Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Kompas.com - 27/09/2020, 17:42 WIB
Warga AS berjalan di Times Square, New York, Maret 2020. Shutterstock/Adam McCulloughWarga AS berjalan di Times Square, New York, Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Beberapa warga di 13 negara bagian Amerika Serikat (AS) percaya bahwa pemerintah mereka telah melakukan pekerjaan yang buruk dalam menangani wabah virus corona.

Melansir Global Times, Jumat (25/9/2020), menurut hasil survei yang baru diterbitkan Pew Research, selain kinerja buruk dalam penanganan pandemi, orang-orang Amerika juga meyakini bahwa tatanan sosial di AS lebih terpolarisasi.

Sejauh ini, lebih dari 7,1 juta orang Amerika telah terinfeksi virus corona dan lebih dari 200.000 orang telah meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Baca juga: Angka Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus 200.000

Penelitian itu, yang diungkapkan pada hari Senin lalu, menunjukkan bahwa 62 persen orang Amerika mengatakan tanggapan AS terhadap wabah virus corona kurang efektif dibandingkan dengan negara-negara kaya lainnya.

Sementara 25 persen lain mengatakan bahwa tanggapan AS sama efektifnya dan 13 persen sisanya mengatakan tanggapan AS sangat efektif.

Di antara yang disurvei, hampir sembilan dari sepuluh Demokrat dan independen yang condong ke Demokrat (87 persen) mengatakan tanggapan AS kurang efektif dibandingkan negara-negara kaya lainnya.

Baca juga: AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

Selain itu, jumlah orang Amerika yang memberi nilai tinggi kepada pejabat kesehatan masyarakat dan pejabat terpilih juga menurun.

Survei juga menunjukkan bahwa orang Amerika yang mengatakan pejabat kesehatan publik seperti pekerja di CDC melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menanggapi wabah menurun dari 79 persen di bulan Maret menjadi 63 persen di bulan Agustus.

Pangsanya turun tajam, terutama di kalangan Republik.

Baca juga: Setelah Menolak Aturan Pakai Masker, Seorang Pastur di AS Positif Virus Corona

Sejalan dengan pandangan orang Amerika, sebagian besar responden di negara lain juga percaya bahwa AS telah melakukan pekerjaan yang buruk dalam menangani virus corona.

Pew Research menunjukkan bahwa di 13 negara bagian yang disurvei, rata-rata 84 persen orang dewasa mengatakan AS melakukan pekerjaan yang buruk, termasuk 53 persen yang mengatakan bahwa AS telah menangani wabah dengan sangat buruk.

Negara tersebut antara lain Kanada, Jerman, Denmark, Belgia, Belanda, Perancis, Inggris, Swedia, Spanyol, Italia, Korea Selatan, Australia, dan Jepang.

Baca juga: Eks Asisten Utama Wapres AS Klaim Trump Sebut Wabah Covid-19 Suatu Hal yang Bagus, Kenapa?

Dan dari semua itu, kebanyakan orang yang disurvei melihat tanggapan AS terhadap pandemi lebih buruk daripada negara mereka sendiri, daripada WHO dan Uni Eropa.

Sementara sebanyak 74 persen responden mengatakan WHO telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam menangani virus corona dengan 15 persen lainnya mengatakan bahwa AS telah menanggulangi wabah dengan baik.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

Global
Israel Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia

Israel Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia

Global
Seorang Wanita Pilih Babi sebagai Binatang Peliharaan Kesayangan

Seorang Wanita Pilih Babi sebagai Binatang Peliharaan Kesayangan

Global
Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Global
Kapal Tanker Dilaporkan Dibajak di Selat Inggris, Militer Turun Tangan

Kapal Tanker Dilaporkan Dibajak di Selat Inggris, Militer Turun Tangan

Global
Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Global
Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Global
Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Global
Nge-'Like' Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Nge-"Like" Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Global
Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Global
PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

Global
Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
komentar
Close Ads X