Eks Asisten Utama Wapres AS Klaim Trump Sebut Wabah Covid-19 'Suatu Hal yang Bagus', Kenapa?

Kompas.com - 18/09/2020, 08:55 WIB
Olivia Troye mengklaim bahwa dia pernah mendengar Trump mengatakan virus corona sebagai suatu hal yang bagus karena menghalanginya berjabat tangan dengan para pendukungnya. Tangkapan layar video @RVAT2020Olivia Troye mengklaim bahwa dia pernah mendengar Trump mengatakan virus corona sebagai suatu hal yang bagus karena menghalanginya berjabat tangan dengan para pendukungnya.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Eks asisten utama Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence, Olivia Troye mengatakan bahwa Trump menyebut virus corona 'suatu hal bagus' karena dia tidak suka berjabat tangan dengan para pendukungnya yang 'menjijikkan'.

Olivi Troye yang hingga saat ini masih menjadi penasihat satgas Covid-19 top wakil presiden AS menyalahkan respons Presiden AS Donald Trump dalam menanggulangi wabah.

Dalam wawancara dengan The Washington Post dan sebuah video untuk para pemilih dari Partai Republik melawan Trump, Troye mengungkapkan itu semua. 

Baca juga: Trump Kena Kasus Pelecehan Seksual Lagi, Model Ini Mengaku Diraba dan Dicium Paksa

Melansir Business Insider, Jumat (18/9/2020), Troye menceritakan bahwa Trump mengatakan virus corona sebagai suatu hal yang 'bagus' karena membuatnya terhindar dari jabat tangan dengan 'orang-orang yang menjijikkan' yang diidentifikasi Troye sebagai pendukung Trump.

"Ketika kami berada dalam rapat satgas, presiden berkata, 'Mungkin Covid ini adalah [suatu] hal yang baik [karena] saya tidak suka berjabat tangan dengan orang-orang. Saya tidak harus berjabat tangan dengan orang-orang yang menjijikan ini," ujar Troye dalam video yang berdurasi 2 menit.

"Orang-orang menjijikkan itu adalah orang yang sama yang dia [Trump] klaim sangat dia sayangi. Merekalah yang datang di kampanyenya hari ini, yang yakin penuh terhadapnya," ujar Troye.

Baca juga: Trump Dianggap Lebih Percaya Magis daripada Sains, Ini Faktanya...

Troye yang pernah menjadi asisten utama Pence selama 2 tahun sudah lama terlibat di tim satgas virus coorna.

Dia meninggalkan pekerjaannya di Gedung Putih pada Agustus lalu setelah mengetahui bahwa presiden Trump "meremehkan" upaya-upaya untuk membuat rakyat Amerika selamat dari wabah.

"Yang benar, dia tidak peduli sama sekali dengan siapapun kecuali dirinya," imbuh Troye.

Baca juga: Pernyataan Trump soal Vaksin Covid-19 Berbeda dengan Pakar Kesehatan AS

Pihak Gedung Putih membantah pernyataan itu. Mereka menyebut Troye hanya seorang eks-anggota staf Departemenn Keamanan Dalam Negeri yang tidak puas karena dipecat.

"Karirnya terhenti karena dia tak lagi mampu menjalankan tugas hariannya," ujar penasihat keamanan nasional Pence, Letnan Jenderal Keith Kellogg kepada The Post dalam sebuah pernyataan.

Sementara menurut Judd Deere, Juru bicara Gedung Putih, dia menyebut tuduhan Troye adalah sesuatu yang "sangat tidak akurat."

Baca juga: Jelang Debat Pilpres AS 2020, Joe Biden Bakal Pelajari Komentar Trump


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Italia, Driver Ojol Berstatus Karyawan Juga Terjadi di Inggris

Sebelum Italia, Driver Ojol Berstatus Karyawan Juga Terjadi di Inggris

Global
Filipina 'Tawarkan' Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Filipina "Tawarkan" Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Global
Pria Ini Tewas Setelah Dihantam Belalai Gajah yang Tengah Melindungi Anaknya

Pria Ini Tewas Setelah Dihantam Belalai Gajah yang Tengah Melindungi Anaknya

Global
Akibat Salah Paham, Polisi Filipina Baku Tembak Antar-anggota Saat Gerebek Gembong Narkoba

Akibat Salah Paham, Polisi Filipina Baku Tembak Antar-anggota Saat Gerebek Gembong Narkoba

Global
Obama Blak-blakan Cerita Pernah Tinju Teman SMP Gara-gara Ini...

Obama Blak-blakan Cerita Pernah Tinju Teman SMP Gara-gara Ini...

Global
Israel Dikabarkan Bangun Proyek Terbesar di Fasilitas Nuklir Rahasia

Israel Dikabarkan Bangun Proyek Terbesar di Fasilitas Nuklir Rahasia

Global
Driver Ojol di Italia Kini Berstatus Karyawan, Dapat Gaji Tetap

Driver Ojol di Italia Kini Berstatus Karyawan, Dapat Gaji Tetap

Global
Burung Langka Berkelamin Ganda Ditemukan Hinggap di Rumah Burung Milik Penduduk

Burung Langka Berkelamin Ganda Ditemukan Hinggap di Rumah Burung Milik Penduduk

Global
Laporan Intelijen AS Bisa Ungkap Siapa Pembunuh Jurnalis Jamal Khashoggi

Laporan Intelijen AS Bisa Ungkap Siapa Pembunuh Jurnalis Jamal Khashoggi

Global
Sosok Istri El Chapo, Ratu Kecantikan yang Jadi Bandar Narkoba

Sosok Istri El Chapo, Ratu Kecantikan yang Jadi Bandar Narkoba

Global
Warga Sipil Sering Jadi Korban, India-Pakistan Hentikan Baku Tembak di Kashmir

Warga Sipil Sering Jadi Korban, India-Pakistan Hentikan Baku Tembak di Kashmir

Global
Ibu Ini Hajar Pria yang Masuk ke Rumah Saat Dia sedang Bergoyang

Ibu Ini Hajar Pria yang Masuk ke Rumah Saat Dia sedang Bergoyang

Global
Dituduh Ikut Demo Anti-pemerintah, Sejumlah Pejabat Tinggi Thailand Dihukum Penjara

Dituduh Ikut Demo Anti-pemerintah, Sejumlah Pejabat Tinggi Thailand Dihukum Penjara

Global
Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Global
Ghana Negara Pertama Penerima 600.000 Dosis Vaksin Covid-19 Gratis dari Skema Covax PBB

Ghana Negara Pertama Penerima 600.000 Dosis Vaksin Covid-19 Gratis dari Skema Covax PBB

Global
komentar
Close Ads X