Akhirnya Terungkap, Ini Penyebab 300 Gajah Mati Misterius di Botswana

Kompas.com - 22/09/2020, 11:09 WIB
Seekor gajah yang mati di Okavango Delta, Botswana pada Mei-Juni 2020. HANDOUT via REUTERSSeekor gajah yang mati di Okavango Delta, Botswana pada Mei-Juni 2020.

GABORONE, KOMPAS.com - Ratusan gajah yang mati secara misterius di Delta Okavongo, Botswana, disebabkan keracunan bakteri  cyanobacteria, ungkap Departemen Satwa Liar pada Senin (21/9/2020).

Botswana adalah negara dengan populasi gajah terbesar di dunia, diperkirakan sekitar 130.000 ekor.

Namun lebih dari 300 ekor gajah mati misterius sejak Maret, padahal gading mereka utuh. Artinya ratusan mamalia itu tidak dibunuh oleh pemburu.

Baca juga: 275 Gajah Mati Misterius di Botswana, Bukan karena Perburuan

"Kematian disebabkan keracunan karena cyanobacteria yang tumbuh di dalam genangan air" atau lubang air, kata petugas kedokteran hewan dari Departemen Margasatwa dan Taman Nasional, Mmadi Reuben, sebagaimana diberitakan AFP.

Reuben mengatakan, kematian "berhenti jelang akhir Juni 2020, seiring dengan mengeringnya genangan air untuk minum."

Laporan pertama kematian gajah yang aneh ini terjadi pada 25 April di dekat desa Seronga. Jumlahnya mulai meningkat pada bulan-bulan berikutnya.

Baca juga: Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Menurut otoritas satwa liar, sekitar 330 gajah mati dan tes darah menemukan spesies cyanobacteria yang menghasilkan neurotoksin adalah penyebabnya.

Pengujian dilakukan di laboratorium spesialis di Afrika Selatan, Kanada, Zimbabwe, dan Amerika Serikat.

Para pihak berwenang mengesampingkan antraks atau campur tangan manusia seperti perburuan sebagai penyebab kematian, menurut Cyril Taolo wakil direktur Departemen Margasatwa dan Taman Nasional, dikutip dari AFP.

Lebih lanjut pemerintah mengatakan, mereka sedang melanjutkan studi tentang kemunculan bakteri tersebut.

Baca juga: Gajah Makan Petasan Mati Berdiri, Pemerintah India Buru 3 Tersangka


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Global
Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Global
Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Global
Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Global
Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Global
Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah 'Nyangkut' di Tembok

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah "Nyangkut" di Tembok

Global
Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Global
Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Global
Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Melbourne Rayakan 'Double Donuts', 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Melbourne Rayakan "Double Donuts", 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Global
Dapat Visa Kategori E, Ratusan Pencari Suaka Harus Tinggalkan Australia

Dapat Visa Kategori E, Ratusan Pencari Suaka Harus Tinggalkan Australia

Global
Presiden Perancis dan Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Presiden Perancis dan Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Global
AS Jual Paket Rudal ke Taiwan Seharga Rp 35 Triliun, Begini Kecanggihannya

AS Jual Paket Rudal ke Taiwan Seharga Rp 35 Triliun, Begini Kecanggihannya

Global
komentar
Close Ads X