Bebas Usai Diampuni, Marinir AS Pembunuh Transgender Harus Bantu Filipina Dapat Vaksin Corona

Kompas.com - 10/09/2020, 19:17 WIB
Marinir Amerika Serikat Kopral Joseph Scott Pemberton, pembunuh wanita transgender di Filipina yang bebas usai diampuni Presiden Rodrigo Duterte. Ia sudah menjalani setengah masa hukuman dari 10 tahun penjara. APMarinir Amerika Serikat Kopral Joseph Scott Pemberton, pembunuh wanita transgender di Filipina yang bebas usai diampuni Presiden Rodrigo Duterte. Ia sudah menjalani setengah masa hukuman dari 10 tahun penjara.

MANILA, KOMPAS.com - Marinir Amerika Serikat ( AS) pembunuh wanita transgender yang diampuni Presiden Rodrigo Duterte, wajib membantu Filipina mendapat akses ke vaksin corona yang dikembangkan "Negeri Paman Sam".

Hal tersebut disampaikan juru bicara Duterte pada Kamis (10/9/2020).

"Saya menerima kenyataan bahwa presiden menjunjung tinggi kepentingan nasional yang lebih tinggi," kata juru bicara Harry Roque dikutip dari AFP, meski dia bersikeras itu pendapat pribadinya, bukan Duterte.

Baca juga: Duterte Ampuni Marinir AS yang Bunuh Transgender di Filipina

Duterte memicu kontroversi awal pekan ini, karena memberikan ampunan secara mengejutkan ke Kopral Lance Joseph Scott Pemberton.

Marinir AS itu sudah setengah jalan menjalani hukuman 10 tahun penjara, karena membunuh Jennifer Laude pada Oktober 2014.

Laude ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar motel di Filipina utara, beberapa jam setelah bertemu Pemberton di sebuah bar kota Olongapo.

Baca juga: Berencana Pantau Aktivitas Rakyat Lewat Medsos, Polisi Filipina Dikritik

Roque mengatakan, pengampunan itu terkait dengan keinginan Duterte mendapatkan akses cepat ke vaksin Covid-19, penyakit yang sudah menginfeksi sekitar seperempat juta orang Filipina dan menewaskan lebih dari 4.000 di antaranya.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatkan Iran, AS Kirim 2 Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah

Peringatkan Iran, AS Kirim 2 Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah

Global
Alat Kelaminnya Bengkak Saat Dibesarkan lewat Operasi, Seorang Koki Bunuh Diri

Alat Kelaminnya Bengkak Saat Dibesarkan lewat Operasi, Seorang Koki Bunuh Diri

Global
Meghan Sebut Keluarga Kerajaan Inggris Coba Membungkamnya

Meghan Sebut Keluarga Kerajaan Inggris Coba Membungkamnya

Global
Curhat Pangeran Harry Merasa Disakiti Pangeran Charles, Begini Ceritanya...

Curhat Pangeran Harry Merasa Disakiti Pangeran Charles, Begini Ceritanya...

Global
Meghan Markle Menikah Diam-diam 3 Hari Sebelum Upacara Resmi

Meghan Markle Menikah Diam-diam 3 Hari Sebelum Upacara Resmi

Global
Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Global
Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Global
Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Global
Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Semua Menterinya Mundur

Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Semua Menterinya Mundur

Global
Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Global
Gelar Misa Terakhir di Irak Sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Gelar Misa Terakhir di Irak Sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Global
Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Global
4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Global
Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Global
Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Global
komentar
Close Ads X