Menlu AS Klaim Tahu Siapa yang Racuni Navalny

Kompas.com - 10/09/2020, 17:07 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina. REUTERS/LISI NIESNERMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo pada Rabu (9/9/2020) mengatakan, ada kemungkinan kuat keracunan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny diperintahkan pejabat senior di Moskwa.

"Saya rasa orang-orang di seluruh dunia melihat aktivitas semacam ini sebagaimana adanya," kata Pompeo dalam wawancara radio yang dikutip AFP.

"Dan ketika mereka melihat upaya untuk meracuni seorang pembangkang, dan mereka menyadari ada kemungkinan besar bahwa ini benar-benar dilakukan pejabat senior Rusia, saya rasa ini tidak baik untuk rakyat Rusia," katanya kepada pembawa acara konservatif Ben Shapiro.

Baca juga: Diracun dan Koma Hampir 3 Pekan, Dokter Nyatakan Navalny Telah Sadar

Navalny yang merupakan kritikus Presiden Vladimir Putin paling vokal di Rusia, sakit parah bulan lalu saat terbang di Siberia.

Dia lalu diterbangkan ke Jerman untuk mendapat perawatan, dan dokter mengatakan dia diracuni.

Pompeo lalu menegaskan lagi bahwa AS dan semua sekutu Eropa-nya ingin Rusia "menunjukkan pertanggungjawabannya", dan mengatakan Washington juga akan mencoba mengidentifikasi para pelakunya.

Baca juga: Rusia Tolak Klaim Alexei Navalny Diracuni, Inggris Curiga

"Itu adalah sesuatu yang akan kami lihat, kami akan mengevaluasi, dan kami akan memastikan melakukan bagian apa pun yang kami bisa untuk mengurangi risiko kejadian-kejadian seperti ini terulang kembali."

Pompeo melontarkan pernyataannya setelah pekan lalu Presiden Donald Trump berkomentar, dia tidak melihat bukti bahwa Navalny diracuni.

Trump memang sedang berupaya menjalin hubungan yang lebih hangat dengan Putin, meski pemerintahannya masih mendorong sanksi atas Ukraina dan masalah-masalah lainnya.

Baca juga: Rusia Bungkam soal Keracunan Navalny, Sanksi dari Uni Eropa Menanti


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Global
Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Global
Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Global
Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Global
Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Global
Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Global
Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Global
Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
komentar
Close Ads X