Facebook Tutup Akun Politisi India yang Sebarkan Ujaran Kebencian terhadap Rohingya

Kompas.com - 03/09/2020, 19:50 WIB
Gambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat. AFP PHOTO/LOIC VENANCEGambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Facebook Inc (FB.O) telah menutup akses akun anggota partai yang berkuasa di India karena telah mengandung konten kekerasan dan ujaran kebencian.

Facebook menyampaikan hal itu pada Kamis (3/9/2020), bahwa langkah tersebut mengacu pada kebijakan yang diambil Mark Zuckerberg karena beberapa kali terdesak dalam perdebatan tentang cara menangani konten politik yang tidak tepat.

Melansir Reuters pada Kamis (3/9/2020), perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya telah menutup akses akun politisi Raja Singh dari Facebook dan Instagram di bawah kebijakan "individu dan organisasi yang berbahaya".

Baca juga: Akun Twitter PM Narendra Modi Jadi Akun Penggalangan Bitcoin

Ketika dihubungi untuk dimintai komentar, Singh, yang berasal dari partai Perdana Menteri Narendra Modi, mengirim pesan video klarifikasi kepada Reuters.

Singh mengatakan bahwa akun media sosialnya yang ditutup tersebut dibuat oleh pengikutnya dan pekerja partai lainnya dengan menggunakan namanya.

Dia sudah berencana untuk menghubungi Facebook untuk dia dapat membuka akunnya sendiri.

Baca juga: Setelah TikTok, India Blokir PUBG dan 118 Aplikasi Lain dari China

“Saya ingin menggunakan media sosial dengan mengikuti semua norma,” katanya.

Jaringan sosial terbesar di dunia ini sedang menghadapi krisis hubungan dengan masyarakat dan politik di India, setelah Wall Street Journal muncul laporan terhadap protes dari salah satu karyawan Facebook, Ankhi Das.

Ankhi Das menyampaikan protesnya terhadap penerapan aturan ujaran kebencian dari Facebook atas nama profil Raja Singh.

Baca juga: Pasukan Khusus India Tewas dalam Bentrok Perbatasan dengan Tentara China

Ia melaporkan bahwa saat itu seorang pejabat dari perusahaannya menolak menghapus komentar rasis yang dikeluarkan akun Raja Singh, di mana disebutkan pengungsi Muslim Rohingya mestilah ditembak dan Muslim adalah pengkhianat.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X