Akun Twitter PM Narendra Modi Jadi Akun Penggalangan Bitcoin

Kompas.com - 03/09/2020, 16:29 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi menunjukan jari tangannya yang telah tercelup tinta setelah memberikan suaranya di TPS di Ahmedabad, negara bagian Gujarat, Selasa, 23 April 2019 AFP/File / PUNIT PARANJPEPerdana Menteri India Narendra Modi menunjukan jari tangannya yang telah tercelup tinta setelah memberikan suaranya di TPS di Ahmedabad, negara bagian Gujarat, Selasa, 23 April 2019

NEW DELHI, KOMPAS.com - Twitter mengkonfirmasi pada Kamis (3/9/2020) bahwa akun Perdana Menteri India, Narendra Modi telah diretas dan digunakan untuk menggalang bitcoin.

Laporan yang dikutip dari CNN pada Kamis (3/9/2020), disebutkan bahwa selama hampir satu jam, akun yang terverifikasi dengan nama @narendramodi_in itu mengunggah beberapa tweet meminta orang untuk menyumbangkan Bitcoin ke suatu akun.

Baca juga: Heboh, Video Porno Muncul di Sidang Online Peretas 130 Akun Twitter

"Ya, akun ini diretas oleh John Wick," bunyi salah satu cuitan itu.

Nama John Wick, seperti merujuk pada karakter film aksi yang dimainkan oleh Keanu Reeves.

"Saya mengimbau Anda semua untuk menyumbang dengan murah hati kepada PM National Relief Fund for Covid-19. Sekarang, India mulai menggunakan mata uang kripto," tulis unggahan lainnya.

Baca juga: Hapus Twit yang Kritik China di Twitter, Universitas di Australia Picu Kontroversi

Akun Modi, yang memiliki 2,5 juta pengikut, adalah salah satu dari sedikit akun sosial media terverifikasi yang terhubung ke situs web pribadi dari perdana menteri.

Sementara pihak Twitter mengatakan bahwa ketika mengetahui aktivitas peretasan tersebut, segera pihaknya mengambil langkah-langkah untuk mengamankan akun Modi.

Baca juga: UU Media Sosial Turki Disetujui, Penggunaan Facebook dan Twitter akan Diawasi Pemerintah

"Kami secara aktif menyelidiki situasinya," kata seorang juru bicara Twitter.

Kementerian Teknologi Informasi India tidak segera menanggapi permintaan komentar atas kejadian peretasan itu.

Peretasan ini terjadi lebih dari sebulan setelah peretasan besar-besaran terhadap beberapa akun tokoh dunia di platform ini, seperti Barack Obama, Joe Biden, dan Elon Musk.

Baca juga: Setelah TikTok, India Blokir PUBG dan 118 Aplikasi Lain dari China

Dalam kasus itu, Twitter mengatakan peretas menargetkan pekerja yang memiliki hak administratif dan kemudian menggunakan akses mereka ke kontrol internal untuk mengirimkan tweet yang mempromosikan penipuan Bitcoin.

Saat ini, asal muasal serangan ke akun Twitter Modi belum jelas.

Tidak ada indikasi atau bukti adanya korelasi antara peretasan ini dengan insiden peretasan besar-besaran pada Juli lalu, menurut Twitter

Baca juga: Pasukan Khusus India Tewas dalam Bentrok Perbatasan dengan Tentara China


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X