Jika Reformasi Gagal, Presiden Perancis Ancam Beri Sanksi Politisi Lebanon

Kompas.com - 01/09/2020, 23:54 WIB
Presiden Perancis, Emmanuel Macron mendengarkan seorang penduduk saat dia mengunjungi jalan yang hancur di Beirut, Lebanon, Kamis 6 Agustus 2020. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah tiba di Beirut untuk menawarkan dukungan Perancis kepada Lebanon setelah ledakan pelabuhan yang mematikan itu. AP Photo/Thibault Camus, PoolPresiden Perancis, Emmanuel Macron mendengarkan seorang penduduk saat dia mengunjungi jalan yang hancur di Beirut, Lebanon, Kamis 6 Agustus 2020. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah tiba di Beirut untuk menawarkan dukungan Perancis kepada Lebanon setelah ledakan pelabuhan yang mematikan itu.

BEIRUT, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron telah memperingatkan para politisi Lebanon bahwa mereka berisiko mendapatkan sanksi, jika mereka gagal memperbaiki sistem pemerintahan dalam 3 bulan.

Kebijakan pemberian sanksi kepada politisi Lebanon dari pihak internasional itu merupakan upaya untuk mendorong pemerintah Lebanon menciptakan reformasi negara, yang terancam runtuh di bawah beban krisis ekonomi, sebagaimana yang dilansir dari Reuters pada Selasa (1/9/2020).

Kunjungan kedua Macron di Lebanon dalam waktu kurang dari sebulan itu, ia tandai dengan menanam pohon cedar di hutan, di luar Beirut, sebagaimana yang terjadi pada 100 tahun yang lalu.

Pohon cedar adalah lambang negara Lebanon, yang mana negara ini sedang menghadapi ancaman terbesar terhadap stabilitas negerinya sejak perang saudara 1975-1990.

"Ini adalah kesempatan terakhir untuk sistem ini (reformasi)," kata Macron kepada POLITICO dalam sebuah wawancara saat melakukan perjalanan ke Beirut pada Senin (31/8/2020).

"Ini adalah taruhan berisiko yang saya buat, saya menyadarinya...Saya meletakkan satu-satunya hal yang saya miliki di atas meja, modal politik saya," ujarnya.

Macron mengatakan dia mencari "komitmen yang kredibel" dan "menuntut mekanisme tindak lanjut" dari para pemimpin Lebanon, termasuk pemilihan legislatif dalam 6 hingga 12 bulan.

Baca juga: Presiden Perancis Emmanuel Macron Kunjungi Sosok Pemersatu Lebanon Usai Penetapan PM Mustapha Adib

Jika, mereka gagal mengubah arah dalam 3 bulan ke depan, katanya, tindakan hukuman dapat diberlakukan, termasuk menahan uang talangan dan sanksi pada kelas penguasa.

Politisi Lebanon, beberapa dari mereka adalah mantan panglima perang yang telah mengawal korupsi skala industri selama puluhan tahun, menghadapi tugas berat dengan ekonomi yang sedang runtuh, wilayah Beirut yang porak poranda pasca-ledakan pelabuhan pada 4 Agustus, dan ketegangan sektarian meningkat.

Presiden berusia 42 tahun ini mengatakan kepada penyedia berita online, Brut, bahwa dia akan mengunjungi Lebanon lagi pada Desember.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X