Seorang Pengacara HAM di Thailand Ditangkap 3 Kali Dalam Sebulan

Kompas.com - 25/08/2020, 19:09 WIB
Para pengunjuk rasa pro-demokrasi melakukan salam tiga jari ketika mereka menghadiri demonstrasi untuk menuntut pemerintah mundur, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru di bawah konstitusi yang direvisi, di kampus Rangsit Universitas Thammasat di luar Bangkok, Thailand Agustus 10, 2020. REUTERS/CHALINEE THIRASUPAPara pengunjuk rasa pro-demokrasi melakukan salam tiga jari ketika mereka menghadiri demonstrasi untuk menuntut pemerintah mundur, membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru di bawah konstitusi yang direvisi, di kampus Rangsit Universitas Thammasat di luar Bangkok, Thailand Agustus 10, 2020.

BANGKOK, KOMPAS.com – Pengacara hak asasi manusia ( HAM) Anon Nampa ditangkap untuk ketiga kalinya dalam sebulan ini pada Selasa (25/8/2020).

Polisi Thailand mengatakan Nampa dituntut atas penghasutan untuk seruan terhadap reformasi monarki sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa.

Letnan Jenderal Polisi Amphol Buarabporn mengatakan polisi membawa Anon ke kantor polisi untuk membacakan dakwaan atas protesnya pada 10 Agustus.

“Dan akan menanyainya sebelum membawanya ke pengadilan untuk mengajukan penahanan," kata Amphol.

Baca juga: Ditekan Pemerintah, Facebook Blokir Grup yang Kritik Monarki Thailand

Pengacara itu akan ditahan bersama dengan aktivis politik lainnya, Panupong Jadnok.

Panupong ditangkap pada Senin (24/8/2020) dalam aksi protes terhadap Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha.

Para pengunjuk rasa berjanji untuk melanjutkan aksi demonstrasi yang direncanakan pada 19 September.

Polisi mengatakan Anon dan Panupong menghadapi dakwaan karena melanggar pasal 116 yang mencakup penghasutan.

Baca juga: Demo Besar di Thailand Libatkan Anak Muda, Apa Pemicunya?

Mereka juga didakwa atas pelanggaran pembatasan virus corona pada pertemuan publik.

Anon berada di garis terdepan dalam gerakan yang melancarkan aksi protes hampir setiap hari selama sebulan terakhir di Thailand.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X