Korban Penembakan Masjid Selandia Baru Kisahkan Saat "Setan Datang" dan Membunuh Mereka

Kompas.com - 25/08/2020, 18:07 WIB
Teroris berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant, hadir dalam sidang perdana vonis di Christchurh, Selandia Baru, pada 24 Agustus 2020. Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam serangan 15 Maret 2019, tak menunjukkan emosi ketika mendengarkan sidang pembuka berisi detil kejahatannya. AFP PHOTO/POOL/JOHN KIRK-ANDERSONTeroris berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant, hadir dalam sidang perdana vonis di Christchurh, Selandia Baru, pada 24 Agustus 2020. Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam serangan 15 Maret 2019, tak menunjukkan emosi ketika mendengarkan sidang pembuka berisi detil kejahatannya.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Para korban penembakan di masjid Selandia bercerita, bagaimana "setan datang" dan membunuh mereka saat Shalat Jumat.

Pengakuan itu mereka ucapkan dalam hari kedua sidang vonis Brenton Tarrant, pelaku serangan yang terjadi pada 15 Maret 2019.

Teroris asal Australia itu mengaku menembaki pria, perempuan, dan anak-anak di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, dan membunuh 51 jemaah.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Mengaku Ingin Bunuh Orang Sebanyak Mungkin

Brenton Tarrant juga mengaku bersalah atas 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan satu dakwaan terorisme, di mana dia mewakili dirinya sendiri dalam persidangan.

Mohammad Siddiqui berujar, dia baru beberapa menit di Masjid Al Noor ketika "si setan datang" dan menembakinya di bagian lengan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Engkau datang di rumah Tuhan hanya untuk membunuh orang tak berdosa dan melakukan aksi pengecutmu," kata Siddiqui yang harus dirawat selama delapan hari.

Dia menuturkan sebenarnya tidak ingin mengungkit lagi karena itu akan membuat Tarrant puas. Tapi, dia ingin menekankan mereka tetap kuat meski diserang.

"Waktumu akan tiba. Tentu saja kita semua nantinya akan menghadap Tuhan," kata Siddiqui di sidang seperti diwartakan Sky News Selasa (25/8/2020).

Saksi lain yang mengungkapkan kengerian penembakan setahun lalu itu adalah Ambreen Naeem, yang kehilangan suaminya Naeem Rashid, dan putranya Talha Naeem.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Tertawa saat Melakukan Aksinya

Dalam surat yang dibacakan di pengadilan, Ambreen menuturkan bahwa perbuatan Tarrant sangat tidak manusiawi, dan meminta hukumannya berlaku untuk selamanya.

Halaman:

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X