Setelah 102 Hari, Selandia Baru Kembali Laporkan Kasus Covid-19

Kompas.com - 11/08/2020, 18:58 WIB
New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern arrives for a post-Cabinet press conference with Immigration Minister Iain Lees-Galloway at Parliament in Wellington, New Zealand, on July 6, 2020. Ardern said Wednesday, July 22, 2020 she has fired Lees-Galloway for having an inappropriate relationship with a subordinate. (Mark Mitchell/New Zealand Herald via AP) Mark MitchellNew Zealand Prime Minister Jacinda Ardern arrives for a post-Cabinet press conference with Immigration Minister Iain Lees-Galloway at Parliament in Wellington, New Zealand, on July 6, 2020. Ardern said Wednesday, July 22, 2020 she has fired Lees-Galloway for having an inappropriate relationship with a subordinate. (Mark Mitchell/New Zealand Herald via AP)

WELLINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Selandia Baru kembali melaporkan adanya kasus Covid-19, setelah mereka sempat melalui 102 hari tanpa ada penularan.

Mendapat pujian dari dunia karena dianggap berhasil menekan laju infeksi, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan adanya empat kasus baru.

Dilaporkan AFP Selasa (11/8/2020), kasus baru Covid-19 itu ditemukan pada satu keluarga di Auckland di mana sumber penularannya belum diketahui.

Baca juga: 100 Hari Tanpa Penularan Lokal Virus Corona di Selandia Baru

"Setelah 102 hari, kami memiliki kasus pertama Covid-19 di luar isolasi yang terncana maupun fasilitas karantina," jelas PM Ardern.

Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, dia menuturkan pemerintah Selandia Baru bekerja keras untuk mencegah situasi ini.

PM berusia 40 tahun itu melanjutkan, jajaranya sudah bersiap jika terjadi penularan baru dan merencanakan sejumlah langkah pencegahan.

Hingga Selasa, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memuji Negeri "Kiwi" sebagai salah satu negara yang dianggap sukses menutus penularan di masyarakat.

Negara berpopulasi lima juta jiwa tersebut melaporkan 22 korban meninggal, dengan tidak ada kasus virus corona sejak 1 Mei.

Sebagai hadiahnya, warga Selandia Baru bisa menikmati hidup yang hampir normal, di mana mereka tidak perlu menjaga jarak.

Selain itu, penonton juga diizinkan untuk menonton pertandingan olahraga di stadion maupun menghadiri sebuah kegiatan kebudayaan.

Meski begitu, otoritas kesehatan memperingatkan agar publik tak lengah dan menyatakan gelombang kedua virus corona "tak terhindarkan".

Auckland disebut bakal dikarantina selama tiga hari mulai Rabu (12/8/2020), dengan social distancing bakal kembali diperkenalkan.

Baca juga: Sudah Berusia 87 Tahun, Penyihir Kota di Selandia Baru Ini Harus Pensiun

Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X