75 Tahun Peringatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, AS Belum Mau Minta Maaf

Kompas.com - 09/08/2020, 16:59 WIB
Foto diambil pada kisaran 1948, menunjukkan kondisi Kota Hiroshima yang hancur luluh lantak, beberapa tahun setelah AS menjatuhkan bom atom di kota itu. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom Little Boy di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya. AFP PHOTO/FILESFoto diambil pada kisaran 1948, menunjukkan kondisi Kota Hiroshima yang hancur luluh lantak, beberapa tahun setelah AS menjatuhkan bom atom di kota itu. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom Little Boy di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya.

NAGASAKI, KOMPAS.com - Kota Nagasaki, Jepang pada Minggu (9/8/2020) memperingati 75 tahun penjatuhan bom atom yang dilakukan oleh Amerika Serikat ( AS).

Upacara peringatan tersebut dihadiri oleh wali kota Nagasaki dan jajaran pemimpin Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagaimana dilansir dari AFP, Minggu. 

Kota Nagasaki diratakan oleh bom atom selang tiga hari setelah Hiroshima yang sebelumnya juga diluluhlantakkan oleh bom atom.

Para penyintas, kerabat penyintas, dan segelintir pejabat asing menghadiri upacara peringatan di Nagasaki dan mereka menyerukan perdamaian dunia.

Para peserta memanjatkan doa dengan khidmat pukul 11.02 waktu setempat. Pukul 11.02 merupakan saat bom atom dijatuhkan ke kota itu.

Baca juga: Kokura, Kisah Kota Jepang yang Batal Jadi Sasaran Kiamat Bom Atom

Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue dalam pidatonya mengatakan bahwa kengerian akibat senjata nuklir perlu disebarkan secara luas kepada seluruh dunia.

Dia menambahkan para penyintas tak henti-hentinya menceritakan pengalaman mengerikan yang mereka alami.

Taue menganalogikan senjata nuklir tersebut seperti halnya virus corona. Orang tidak benar-benar tahu bahayanya sampai itu menyebar luas dan menimbulkan kerusakan yang masif.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam pesan yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Izumi Nakamitsu, memperingatkan bahwa penggunaan senjata nuklir secara sengaja maupun secara tidak sengaja atau salah perhitungan sangat berbahaya.

"Kemajuan bersejarah dalam pelucutan senjata nuklir berada dalam bahaya. Tren yang mengkhawatirkan ini harus dibalik," kata Nakamitsu.

Baca juga: Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Global
Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Global
Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Global
Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Global
Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Global
Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan 'Kejahatan', sebagai Balasan Kritikan

Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan "Kejahatan", sebagai Balasan Kritikan

Global
AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

Global
Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Global
Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Global
Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Global
Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Global
Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Global
Massa Kecam Hukuman Setimpal untuk Polisi Penembak Mati Breonna Taylor, Wanita Kulit Hitam

Massa Kecam Hukuman Setimpal untuk Polisi Penembak Mati Breonna Taylor, Wanita Kulit Hitam

Global
Warga Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar oleh Tentara Korea Utara

Warga Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar oleh Tentara Korea Utara

Global
Perjanjian Damai Taliban-Afghanistan, Ini Tuntutan Paling Pelik

Perjanjian Damai Taliban-Afghanistan, Ini Tuntutan Paling Pelik

Global
komentar
Close Ads X