Diancam Bakal Diblokir Trump, Begini Serangan Balik TikTok

Kompas.com - 02/08/2020, 20:32 WIB
Ilustrasi TikTok di tengah perseteruan Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump dengan China yang dikomandoi Xi Jinping. BBC INDONESIAIlustrasi TikTok di tengah perseteruan Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump dengan China yang dikomandoi Xi Jinping.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - TikTok memberikan serangan balik setelah Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump, melontarkan ancaman bakal memblokirnya.

Dalam pesan yang diunggah di media sosial, General Manager Vanessa Pappas menyatakan bahwa "mereka tidak berencana angkat kaki".

Pappas mengatakan, TikTok berencana di AS untuk "waktu yang lama", dan meminta publik Negeri "Uncle Sam" untuk mendukung mereka.

Baca juga: Ikuti Langkah India, Trump Akan Blokir TikTok di Amerika Serikat

Pernyataan itu disanpaikan setelah Trump mengumumkan dia berencana menghentikan operasional aplikasi berbagi video itu buntut tensi panas dengan China.

Washington berulang kali menuding adanya ancaman keamanan, dan menyebut Negeri "Panda" melakukan pencurian properti intelektual bernilai miliaran dollar.

Dilansir Sky News Sabtu (1/8/2020), Beijing dengan tegas membantah klaim itu, dengan TikTok kemudian bereaksi melalui Pappas.

"Kami telah mendengar curahan dukungan Anda dan kami ingin mengucapkan terima kasih. Kami tak berencana pergi ke mana pun," tegasnya.

Dalam rilisnya, aplikasi yang dikembangkan ByteDance itu menerangkan 100 juta warga AS menggunakan aplikasi mereka untuk hiburan selama pandemi.

Merujuk kepada klaimnya, aplikasi itu memberikan lapangan kerja bagi sekitar 1.000 orang tahun ini, dan berencana menambahkannya hingga 10.000 seantero AS.

Aplikasi yang dirilis pada September 2016 itu menuturkan, dana 1 miliar dollar AS (Rp 15,6 triliun) digelontorkan untuk mendukung para kreator di AS.

Baca juga: Jika Sudah Diblokir AS, Benarkah TikTok Akan Dibeli Microsoft?

"Data para pengguna TikTok disimpan di AS dengan aksesnya membutuhkan izin ketat. Investor terbesar kami juga berasal dari sini," papar Pappas.

Dalam pernyataannya, Trump mengklaim dia mempunyai otoritas untuk memblokir, yang bisa dia wujudkan melalui keputusan eksekutif di akhir pekan ini.

"Selama TikTok masih menjadi sorotan, kami akan memblokir mereka dari Amerika Serikat," kata presiden kepada awak media dari Air Force One.

Berdasarkan laporan The Washington Post, Trump sudah meneken perintah agar ByteDance menjual kepada AS dengan alasan keamanan nasional.

Sementara New York Times dan media terkemuka lainnya memberitakan perusahaan induk tengah terlibat negosiasi dengan raksasa teknologi, Microsoft.

Personel militer AS dilaporkan sudah dilarang tidak mengoperasikannya. Sementara kandidat presiden dari Demokrat, Joe Biden, juga melarang stafnya menggunakannya.

Baca juga: Bagaimana TikTok Bisa Terjebak di Pusaran Konflik AS-China?


Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan

Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan

Global
Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Global
9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

Global
Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Global
Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Global
Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Global
Kabinet Joe Biden, Pertama Kalinya Wanita Akan Jadi Menteri Keuangan AS

Kabinet Joe Biden, Pertama Kalinya Wanita Akan Jadi Menteri Keuangan AS

Global
Jika Disetujui, Jerman akan Memulai Vaksinasi pada Desember

Jika Disetujui, Jerman akan Memulai Vaksinasi pada Desember

Global
Qatar Identifikasi Orangtua yang Buang Bayinya di Bandara Doha

Qatar Identifikasi Orangtua yang Buang Bayinya di Bandara Doha

Global
Kabinet Baru Joe Biden, Sinyal Akhiri “America First” ala Trump

Kabinet Baru Joe Biden, Sinyal Akhiri “America First” ala Trump

Global
Bahas Perang Pemerintah Etiopia dan Tigray, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan

Bahas Perang Pemerintah Etiopia dan Tigray, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan

Global
PBB: Meski Pandemi, Emisi Gas Rumah Kaca Tembus Rekor Tertinggi

PBB: Meski Pandemi, Emisi Gas Rumah Kaca Tembus Rekor Tertinggi

Global
Sabun Termahal di Dunia Ini Lebih Mahal daripada Nmax, Mengandung Serbuk Emas dan Berlian

Sabun Termahal di Dunia Ini Lebih Mahal daripada Nmax, Mengandung Serbuk Emas dan Berlian

Global
Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Global
Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Global
komentar
Close Ads X