Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tegas, Jerman Tolak Usulan agar Rusia Masuk G7

Kompas.com - 27/07/2020, 07:15 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

BERLIN, KOMPAS.com – Jerman menolak usulan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengundang Rusia agar masuk kembali ke kelompok tujuh negara dengan perekonomian maju, G7.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam sebuah wawancara surat kabar yang diterbitkan pada Senin (27/7/2020).

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump ingin memperluas keanggotaan G7 dengan memasukkan Rusia ke dalamnya beserta negara-negara lain.

Rusia sendiri sebelumnya adalah anggota G7, namun pada 2014 negara tersebut dikeluarkan karena Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Ingin Undang Rusia, Trump Tunda KTT G7

Maas mengatakan kepada Rheinische Post bahwa dia tidak melihat adanya peluang untuk membiarkan Rusia kembali ke G7 selama tidak ada kemajuan berarti dalam penyelesaian konflik di Crimea.

Maas mengatakan Rusia dapat menjadi anggota G7 kembali jika Rusia memberikan kontribusi yang signifikan terhadap solusi perdamaian dengan Ukraina.

Kendati dikeluarkan dari G7, Rusia masih menjadi anggota G20 yang berisi negara-negara perekonomian maju dan negara berkembang.

“G7 dan G20 adalah dua format terkoordinasi yang sudah pantas. Kami tidak membutuhkan G11 atau G12,” kata Maas.

Baca juga: Trump Akan Gelar Rapat G7 di Gedung Putih, Kanselir Jerman Tolak Hadir

Diberitakan sebelumnya Trump menganggap G7 sudah tidak mewakili apa yang tengah terjadi di dunia dan merasa sudah ketinggalan zaman.

Trump menyatakan bahwa dia berencana mengundang Rusia, Korea Selatan, Australia, dan India untuk bergabung dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 tahun ini.

Maas menggambarkan hubungan dengan Rusia sebagai saat ini sulit di banyak daerah.

“Tetapi kita juga tahu bahwa kita membutuhkan Rusia untuk menyelesaikan konflik seperti di Suriah, Libya, dan Ukraina,” sambung Maas.

Baca juga: Sambut KTT G20 dan ASEAN Summit 2023, Investor Diberi Kesempatan Kelola Pulau Kelor

Jerman sendiri juga telah mengambil peran sebagai penengah dalam konflik di Libya dan di Ukraina.

"Tetapi Rusia juga harus membuat kontribusinya, yang sangat lambat di Ukraina," kata Maas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com