Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 12/07/2020, 18:16 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman. AFP/FAYEZ NURELDINEPangeran Mohammed bin Salman.

JENEWA, KOMPAS.com - Seorang pejabat PBB, Agnes Callamard mengatakan bahwa putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, 2018.

Melansir Kantor Berita Anadolu, pelapor khusus PBB untuk urusan arbitrer, Agnes Callamard mengatakan meski dia tidak punya bukti terhadap MBS, namun urusan perintah dan penghasutan pembunuhan, MBS adalah tersangka utamanya.

"Begini, saya pikir dia adalah tersangka utama dalam hal menentukan siapa yang memerintahkan atau yang menghasut pembunuhan. Dia ada dalam skema. Secara pribadi, saya (memang) tidak memiliki bukti yang menunjuk kepadanya sebagai (orang) yang telah memerintahkan kejahatan," kata Callamard, yang juga seorang pengacara hak asasi manusia yang terkenal.

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, Staf Kedutaan Saudi Ungkap Adanya Tusuk Daging

Menurut wanita itu, bukti tidak langsung menunjukkan bahwa kejahatan seperti itu tidak mungkin terjadi tanpa kontribusi MBS. 

"Saya yakin menurut informasi yang diberikan lebih dari setahun lalu, CIA (badan intelijen pusat) telah memiliki informasi ini," ujar Callamard.

Dia mencatat bahwa persidangan Turki diadakan secara 'in absentia' karena semua orang tahu bahwa Arab Saudi tak akan membiarkan para terdakwa menghadapi persidangan langsung di Turki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, 2 Mantan Pembantu Setia MBS Dituntut Pengadilan Turki

Callamard menggambarkan persidangan di Turki lebih adil daripada di Arab Saudi. Pada 3 Juli lalu, Turki mengadakan persidangan kasus pembunuhan Khashoggi, dengan mendaftar 20 warga Saudi yang dituduh terlibat dalam pembunuhan.

Jamal Khashoggi sendiri adalah jurnalis Arab Saudi yang diasingkan di Amerika Serikat pada 2017. Dia pergi ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 untuk mengurus dokumen agar dapat menikah dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Tim penyelidik percaya bahwa Khashoggi dibunuh dan dimutilasi saat tunangannya menunggu di luar, tetapi jenazahnya belum pernah ditemukan.

Baca juga: Tunangan Jamal Khashoggi Tidak Terima Keluarga Maafkan Para Pembunuh

Para pejabat Saudi awalnya mengklaim bahwa dia telah meninggalkan gedung itu dalam keadaan hidup dan catatan peristiwa mereka berubah beberapa kali dalam beberapa pekan pasca ketidakmunculan Khashoggi.

Rincian pembunuhannya yang mengerikan mengejutkan dunia, dan laporan PBB berikutnya mengatakan ada bukti yang dapat dipercaya bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan pejabat tinggi Saudi lainnya bertanggung jawab secara individual.

Pangeran MBS kemudian membantah telah terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi mengatakan dia "bertanggung jawab penuh sebagai pemimpin di Arab Saudi, terutama karena itu dilakukan oleh orang-orang yang bekerja untuk pemerintah Saudi".

Baca juga: Usai Dimaafkan, Pembunuh Jamal Khashoggi Bisa Dapat Untung


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Legenda Tinju Manny Pacquiao Maju Jadi Calon Presiden Filipina, Kebijakan di Laut China Selatan Mungkin Berubah

Legenda Tinju Manny Pacquiao Maju Jadi Calon Presiden Filipina, Kebijakan di Laut China Selatan Mungkin Berubah

Global
Gunung Berapi Meletus di Pulau Atlantik, Pertama Kali dalam 50 Tahun

Gunung Berapi Meletus di Pulau Atlantik, Pertama Kali dalam 50 Tahun

Global
Pesawat AL AS Jatuh di Permukiman, 2 Pilot Dilarikan ke RS

Pesawat AL AS Jatuh di Permukiman, 2 Pilot Dilarikan ke RS

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Di Ethiopia Masih Tahun 2014 | Sebulan Taliban Kuasai Afghanistan

KABAR DUNIA SEPEKAN: Di Ethiopia Masih Tahun 2014 | Sebulan Taliban Kuasai Afghanistan

Global
Mehdi Rajabian, Musisi Iran yang Rela Masuk Penjara Demi Album Baru

Mehdi Rajabian, Musisi Iran yang Rela Masuk Penjara Demi Album Baru

Global
Nazi Pernah Kirim Tim ke Tibet untuk Selidiki Asal-usul Ras Arya

Nazi Pernah Kirim Tim ke Tibet untuk Selidiki Asal-usul Ras Arya

Global
Seorang Pria Tendang Dada Wanita di Eskalator Stasiun Kereta Bawah Tanah hingga Terjungkal

Seorang Pria Tendang Dada Wanita di Eskalator Stasiun Kereta Bawah Tanah hingga Terjungkal

Global
Indonesia-Australia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Indoz Conference 2021

Indonesia-Australia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Indoz Conference 2021

Global
Malaysia Segera Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga, Ini Sasarannya

Malaysia Segera Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga, Ini Sasarannya

Global
Wali kota Baru Johannesburg Tewas karena Kecelakaan Mobil

Wali kota Baru Johannesburg Tewas karena Kecelakaan Mobil

Global
UEA Siapkan Anjing untuk Deteksi Covid-19, Akurasi 92 Persen

UEA Siapkan Anjing untuk Deteksi Covid-19, Akurasi 92 Persen

Global
Bintang Tinju Manny Pacquiao Dicalonkan Jadi Presiden Filipina 2022

Bintang Tinju Manny Pacquiao Dicalonkan Jadi Presiden Filipina 2022

Global
Pasutri Ingin Namai Anaknya Vladimir Putin, tetapi Dilarang Pemerintah

Pasutri Ingin Namai Anaknya Vladimir Putin, tetapi Dilarang Pemerintah

Global
Salah Satu Bunga Terlangka di Dunia, Hanya Tumbuh di Inggris dan Selandia Baru

Salah Satu Bunga Terlangka di Dunia, Hanya Tumbuh di Inggris dan Selandia Baru

Global
Kisah di Balik Resep Rahasia Coca Cola

Kisah di Balik Resep Rahasia Coca Cola

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.