UU Keamanan Nasional Disahkan China, Partai Demokrat Hong Kong Bubar

Kompas.com - 30/06/2020, 17:30 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19. Pertemuan ini dilakukan dengan cara video conference, dan Xi melakukannya dari ibu kota China, Beijing, pada 26 Maret 2020. XINHUA/LI XUEREN/EPA-EFEPresiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19. Pertemuan ini dilakukan dengan cara video conference, dan Xi melakukannya dari ibu kota China, Beijing, pada 26 Maret 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Partai pro-demokrasi Hong Kong, Demosisto, yang didirikan oleh sekelompok aktivis pelajar membubarkan diri setelah diresmikannya UU Keamanan Nasional pada Selasa ini.

Demosisto adalah partai generasi baru yang dibentuk oleh para pelajar pada 2014 sebagai bentuk gerakan penentangan populer terhadap aturan Beijing yang seman-mena.

Mereka membuat geram Beijing dengan gerakan menuntut hak pilih universal dan berkampanye untuk negara-negara asing yang bermaksud menimbulkan sanksi kepada China.

"Setelah melakukan banyak pertimbangan internal, kami memutuskan untuk membubarkan dan menghentikan semua kegiatan sebagai sebuah kelompok terikat," kata Demosisto di Twitter, yang dilansir AFP (30/6/2020).

Baca juga: China Sahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong yang Kontroversial

Pengumuman ini dikeluarkan setelah empat tokoh penting partai, yaitu Joshua Wong, Nathan Law, Jeffrey Ngo, dan Agnes Chow menyatakan mereka mengakhiri keterlibatan dengan kelompok itu.

Wong dikenal sebagai aktivis "separatis" yang sangat dimusuhi oleh media pemerintah China, dan dia telah merasakan dipenjara akibat dari gerakannnya bersama Demosisto.

Dirinya juga sering dicap telah melakukan pembelotan terhadap negara China karena sering melakukan pertemuan dengan para politisi internasional.

Meski partai Demosisto telah bubar, Wong menuliskan pesan di Facebook bahwa dirinya akan terus mempertahankan Hong Kong sampai pihak penguasa mampu membungkam dan menyingkirkan dirinya dari negeri ini.

Baca juga: Setahun Berlalu, Bekas Demo Pro-demokrasi Hong Kong Masih Terasa

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyatakan kekhawatirannya terhadap UU keamanan baru, yang disahkan oleh badan berwenang pembuat undang-undang China pada Selasa pagi.

Lantaran, UU tersebut dapat digunakan untuk membungkam suara yang mendorong kemajuan kota untuk memiliki otonomi lebih besar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Akui Bukti Covid-19 Menyebar di Udara | Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid

[KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Akui Bukti Covid-19 Menyebar di Udara | Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid

Global
Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Global
Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Global
Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Global
Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Global
Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Global
Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
komentar
Close Ads X