Demo Rusuh di AS Dikhawatirkan Picu Gelombang Baru Infeksi Virus Corona

Kompas.com - 31/05/2020, 13:44 WIB
Para pengunjuk rasa dan Garda Nasional berhadapan di East Lake Street, Jumat, 29 Mei 2020, di St. Paul, Minneapolis. Protes besar-besaran melanda kota-kota di AS setelah polisi kulit putih membunuh seorang pria kulit hitam di Minnesota telah meningkatkan ketakutan akan gelombang baru infeksi virus corona. AP/John MinchilloPara pengunjuk rasa dan Garda Nasional berhadapan di East Lake Street, Jumat, 29 Mei 2020, di St. Paul, Minneapolis. Protes besar-besaran melanda kota-kota di AS setelah polisi kulit putih membunuh seorang pria kulit hitam di Minnesota telah meningkatkan ketakutan akan gelombang baru infeksi virus corona.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -  Protes besar-besaran terjadi di seluruh Amerika Serikat buntut pembunuhan terhadap pria kulit hitam, George Floyd yang dilakukan polisi kulit putih.

Beberapa pemimpin tampak meminta ketenangan di tempat-tempat di mana kerumunan orang tampak menghancurkan toko dan mobil polisi.

Pada beberapa malam terakhir, mereka bahkan membagikan masker dan memperingatkan para demonstran bahwa mereka berada dalam risiko penularan besar Covid-19.

Baca juga: Demonstrasi Tewasnya George Floyd, Massa Terbagi ke Dua Kubu di Minneapolis

Dilansir The Associated Press, wali kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms pada Sabtu sore (30/5/2020) mengatakan, "Jika Anda ikut dalam demo protes semalam, Anda kemungkinan harus mengikuti tes Covid-19."

Dia juga menambahkan, "Masih ada wabah di Amerika yang membunuh orang kulit hitam dan cokelat dalam jumlah yang lebih tinggi."

Gubernur Minnesota mengatakan terlalu banyak pengunjuk rasa yang tidak melakukan social distancing atau memakai masker wajah.

Baca juga: Sebelum Kematian George Floyd, Rasisme di Minneapolis Sudah Marak Terjadi

 

Mereka tidak memedulikan peringatan di awal pekan soal kewajiban memakai masker dan social distancing itu. Kebanyakan tidak mengacuhkan dan tidak terpengaruh.

"Tidak apa-apa bahwa di tengah pandemi kita harus berada di sini mempertaruhkan hidup kita," kata Spence Ingram pada Jumat setelah berbaris dengan pengunjuk rasa lain ke negara bagian Capitol di Atlanta.

"Tapi aku harus memprotes untuk hidupku dan berjuang untuk hidupku sepanjang waktu."

Baca juga: Pria 19 Tahun Tewas Ditembak dalam Demo Kematian George Floyd

Ingram (25) yang mengenakan masker wajah, mengatakan dia menderita asma dan khawatir tertular virus.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Global
Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Global
Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Global
Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Global
MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

Global
'Misteri Besar' Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

"Misteri Besar" Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

Global
Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Global
Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Diktator Terakhir di Eropa, Kembali Menang Pilpres

Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Diktator Terakhir di Eropa, Kembali Menang Pilpres

Global
Tragedi Minyak Tumpah Terparah di Mauritius, Keadaan Darurat Lingkungan Diumumkan

Tragedi Minyak Tumpah Terparah di Mauritius, Keadaan Darurat Lingkungan Diumumkan

Global
'Saya Membesarkannya Selama 26 Tahun Hanya untuk Pergi dalam Semalam'

"Saya Membesarkannya Selama 26 Tahun Hanya untuk Pergi dalam Semalam"

Global
Calon Vaksin Virus Corona CanSino China Mulai Uji Klinis Fase III di Arab Saudi

Calon Vaksin Virus Corona CanSino China Mulai Uji Klinis Fase III di Arab Saudi

Global
China Kirim Pesawat Tempur ke Taiwan ketika Delegasi AS Berkunjung

China Kirim Pesawat Tempur ke Taiwan ketika Delegasi AS Berkunjung

Global
Positif Covid-19, Gadis Ini Masih Sempat Betulkan Kuku di Salon

Positif Covid-19, Gadis Ini Masih Sempat Betulkan Kuku di Salon

Global
Jelang Perundingan Damai, Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban 2 Hari Lagi

Jelang Perundingan Damai, Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban 2 Hari Lagi

Global
komentar
Close Ads X