Kompas.com - 31/05/2020, 11:31 WIB
Anak perempuan Sha Teina Grady El, Jaquisy Grady mulai menangis dan dihibur oleh keluarga ketika dia dan pengunjuk rasa lainnya berkumpul di kantor kepala polisi Daerah Washtenaw Selasa, 26 Mei 2020. AP/Nicole HesterAnak perempuan Sha Teina Grady El, Jaquisy Grady mulai menangis dan dihibur oleh keluarga ketika dia dan pengunjuk rasa lainnya berkumpul di kantor kepala polisi Daerah Washtenaw Selasa, 26 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang wanita Afrika-Amerika dalam sebuah video tampak dipukuli dan ditonjok wakil kepala polisi daerah dari Michigan pada Jumat (29/5/2020).

Namun rupanya, wanita itu telah menggigit sang polisi terlebih dahulu, sebelum dipukuli. Hal ini dilaporkan pihak kepolisian sebagaimana dilansir The Associated Press.

Kepala polisi daerah Washtenaw, Jerry Clayton memutar video dan audio yang menunjukkan konfrontasi dengan Sha'Tena Grady El pada Selasa malam waktu setempat, sementara para polisi lainnya sedang menginvestigasi penembakan di kotamadya Ypsilanti.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Rusuh Kematian George Floyd Meluas Hampir Seluruh AS, Kantor CNN Dirusak, Mobil Polisi Dibakar

Beberapa petugas telah diturunkan sementara insiden itu masih berada dalam penyelidikan. Clayton tahu bahwa kepercayaan dengan komunitas Detroit barat telah 'patah'. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin membagi informasi sebanyak yang dia bisa.

Pemukulan yang dilakukan wakil kepala polisi itu kepada Grady El dimulai dari (tampaknya) Grady yang menolak perintah untuk meninggalkan area penembakan. Grady juga menggigit polisi itu terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Clayton memutar video dan menunjukkan kepada wartawan, "Anda mungkin tidak dapat mendengarnya, tetapi dia berkata, 'Anda menggigit saya.' Anda dapat melihat tanda gigitan segar di lengannya," ujar Clayton sambil memutar gambar di layar.

Baca juga: Kematian George Floyd dan Warga Kulit Hitam Lain di AS yang Picu Kerusuhan Besar

Kamera itu memang tidak menunjukkan wakil kepala polisi daerah itu menyerang Grady El karena posisi mereka begitu dekat, kata Clayton. Tapi seseorang yang memegang telepon merekamnya.

"Kami tidak memutuskan (itu) benar atau salah dalam semua ini... Kami akan menunggu sampai penyelidikan itu selesai, "kata Clayton.

 

Menurut Clayton, melakukan tindakan fisik tergantung pada situasinya, tapi aturan tertulis dari kepolisian tidak mengatakan kalau polisi tidak boleh memukul.

Baca juga: Kasus Penembakan Pemuda Kulit Hitam, Kementerian Kehakiman AS Diminta Investigasi

Di sisi lain, saat ditahan, Grady El juga menggunakan serangkaian kata-kata tidak pantas terhadap para petugas dan bersumpah "Kalian tidak akan memiliki apa-apa" setelah dia menuntut mereka. Dia mengatakan tindakan mereka melanggar perjanjian antara AS dan Maroko.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Negara Bagian Terpadat Australia Umumkan “Darurat Nasional' Covid-19

Negara Bagian Terpadat Australia Umumkan “Darurat Nasional" Covid-19

Global
UNICEF: Sistem Pasokan Air Masyarakat Lebanon Terancam Hancur Total

UNICEF: Sistem Pasokan Air Masyarakat Lebanon Terancam Hancur Total

Global
Hujan Muson Picu Tanah Longsor dan Banjir, 112 Orang Tewas di India

Hujan Muson Picu Tanah Longsor dan Banjir, 112 Orang Tewas di India

Global
146 Warga Palestina Luka-luka dalam Bentrok dengan Tentara Israel di Tepi Barat

146 Warga Palestina Luka-luka dalam Bentrok dengan Tentara Israel di Tepi Barat

Global
Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Kenali Gejala dan Bedanya dengan Cacar Air

Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Kenali Gejala dan Bedanya dengan Cacar Air

Global
Pertama Kali ke Tibet sejak Jadi Presiden China, Ini Agenda Xi Jinping

Pertama Kali ke Tibet sejak Jadi Presiden China, Ini Agenda Xi Jinping

Global
Taliban: Tidak Ingin Monopoli Afghanistan, Hanya Presiden Ashraf Ghani Harus Dicopot

Taliban: Tidak Ingin Monopoli Afghanistan, Hanya Presiden Ashraf Ghani Harus Dicopot

Global
10 Momen Luar Biasa dari Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

10 Momen Luar Biasa dari Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Global
UPDATE Banjir Jerman: 180 Orang Tewas, 150 Hilang, Sirkuit F1 Jadi Pusat Bantuan

UPDATE Banjir Jerman: 180 Orang Tewas, 150 Hilang, Sirkuit F1 Jadi Pusat Bantuan

Global
Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul 5,8 Magnitudo

Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul 5,8 Magnitudo

Global
POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

Global
Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Global
Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Global
Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Global
Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Global
komentar
Close Ads X