Kim Jong Un Diduga Kerahkan Hacker, Curi Kriptokurensi guna Cegah Krisis Keuangan Korut

Kompas.com - 15/05/2020, 11:22 WIB
Gambar ini dirilis pada Rabu (8/8/2018) oleh kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ditemani istrinya Ri Sol Ju mengunjungi  Pabrik Ikan Kumsanpho di Hwanghae Selatan Provinsi, Korea Utara. (AFP/KCNA via KNS)
Gambar ini dirilis pada Rabu (8/8/2018) oleh kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ditemani istrinya Ri Sol Ju mengunjungi Pabrik Ikan Kumsanpho di Hwanghae Selatan Provinsi, Korea Utara. (AFP/KCNA via KNS)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Kim Jong Un dikhawatirkan telah mengerahkan pasukan peretas (hacker), dalam upaya mencegah Korea Utara jatuh ke krisis keuangan.

Dilansir dari Mirror pada Rabu (13/5/2020), Kim Jong Un dikatakan telah menginstruksikan kelompok peretas Korea Utara, Lazarus, untuk mencuri kriptokurensi seperti Bitcoin.

Sindikat rahasia ini mulai tenar pada 2014, setelah meretas Sony Pictures sebagai pembalasan atas rencana perilisan film The Interview, sebuah komedi tentang pembunuhan Kim Jong Un.

Baca juga: Kim Jong Un dan Para Wanita di Lingkar Kekuasaannya

Bersama 2 kelompok hacker lainnya, mereka mencuri 571 juta dollar AS (Rp 8,5 triliun) mata uang kripto dari 5 bursa Asia antara Januari 2017 hingga September 2018.

Hal itu diungkapkan oleh laporan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kini dengan perekonomian Korut diguncang oleh pandemi virus corona dan sanksi internasional, Lazarus dikabarkan telah memulai serangkaian serangan APT (Advanced Persistent Threat) baru.

Baca juga: Beragam Rumor Kim Jong Un, dari Isu Kembaran hingga Sengaja Menghilang

"Kelompok APT Lazarus, yang diduga disponsori oleh pemerintah tertentu, semakin terlibat dalam kejahatan siber dalam dan di luar Korea Selatan," ujar EST Security yang berbasis di Seoul.

"Lazarus yang disponsori pemerintah sedang melakukan serangan APT besar tidak hanya di Korea, tetapi juga di komunitas internasional termasuk Amerika Serikat.

Sebuah dokumen yang dikirim Lazarus terkait dengan penanganan pandemi di sebuah kota besar, kata perusahaan keamanan siber itu.

Baca juga: Dapat Medali Perang Dunia II dari Putin, Kim Jong Un Tak Hadir

File lainnya disamarkan sebagai dokumen untuk mempekerjakan perusahaan dirgantara AS.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Mirror
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X