Hormati Pejuang Virus Corona yang Gugur, China Adakan Hari Berkabung Nasional

Kompas.com - 03/04/2020, 19:01 WIB
Warga China memberi penghormatan terakhir untuk Dr Li Wenliang, 7 Februari 2020. Dr Li merupakan salah satu orang yang mengeluarkan peringatan dini terkait bahaya virus corona, tetapi justru dibungkam polisi. JEROME FAVRE/EPA-EFEWarga China memberi penghormatan terakhir untuk Dr Li Wenliang, 7 Februari 2020. Dr Li merupakan salah satu orang yang mengeluarkan peringatan dini terkait bahaya virus corona, tetapi justru dibungkam polisi.

BEIJING, KOMPAS.com - China akan mengadakan hari berkabung nasional pada Sabtu (4/4/2020), untuk menghormati para "pejuang" yang meninggal akibat wabah virus corona.

Pejuang yang dimaksud termasuk 14 pekerja medis di garis depan, yang gugur saat mengobati pasien virus corona.

Mulai pukul 10 pagi semua orang di seluruh Negeri "Panda" akan mengheningkan cipta.

Kemudian mobil, kereta api, dan kapal akan membunyikan klaksonnya, bersamaan dengan raungan sirene di udara, kata Dewan Negara dalam sebuah pernyataan pada Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Melihat Cara China Atasi Wabah Covid-19 dengan Pelacakan Lewat Ponsel

Bendera nasional juga akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri, serta di kedutaan dan konsulat luar negeri.

China juga akan menangguhkan semua kegiatan hiburan publik, untuk menghormati nyawa yang hilang dalam pertempuran melawan Covid-19.

Pada Kamis (2/4/2020), China mengidentifikasi 14 orang sebagai "martir" epidemi.

Sebutan itu untuk menggambarkan mereka sebagai panutan di antara petugas medis garis depan dan pekerja pencegahan epidemi, menurut kabar dari kantor berita Xinhua.

Baca juga: China Sebut Dokter Li Wenliang, Whistleblower Virus Corona, sebagai Martir

Para "martir" epidemi itu termasuk Dr Li Wenliang, yang ditegur polisi setelah mengunggah peringatan di media sosial tentang virus yang mirip SARS, merujuk pada virus corona yang saat itu belum memiliki nama.

Dr Li sendiri akhirnya meninggal akibat virus corona pada Februari, memicu kesedihan dan kemarahan nasional atas penanganan krisis oleh pemerintah China.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kasus Honor Killings Tersadis yang Sempat Menghebohkan Dunia

5 Kasus Honor Killings Tersadis yang Sempat Menghebohkan Dunia

Global
Australia Uji Coba Vaksin Virus Corona pada Manusia, Bisa Tersedia Tahun Ini

Australia Uji Coba Vaksin Virus Corona pada Manusia, Bisa Tersedia Tahun Ini

Global
Ancam Tutup Media Sosial, Trump Akan Tandatangani Perintah Eksekutif

Ancam Tutup Media Sosial, Trump Akan Tandatangani Perintah Eksekutif

Global
Colosseum Roma Kembali Dibuka, Italia Buat Protokol Kesehatan Baru

Colosseum Roma Kembali Dibuka, Italia Buat Protokol Kesehatan Baru

Global
1 Orang Tewas Tertembak Saat Protes Kematian George Floyd, Diduga Pencuri

1 Orang Tewas Tertembak Saat Protes Kematian George Floyd, Diduga Pencuri

Global
Sebar Hoaks 15 Menit di Facebook, Sopir Taksi Singapura Dipenjara

Sebar Hoaks 15 Menit di Facebook, Sopir Taksi Singapura Dipenjara

Global
'Saya Tidak Bisa Bernapas', Pesan Terakhir Salah Satu Imigran Vietnam yang Tewas di Truk Kontainer

'Saya Tidak Bisa Bernapas', Pesan Terakhir Salah Satu Imigran Vietnam yang Tewas di Truk Kontainer

Global
Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

Global
Sah! Undang Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong Diresmikan Parlemen China

Sah! Undang Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong Diresmikan Parlemen China

Global
Hilang 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Ditemukan Berkat Video TikTok Polisi

Hilang 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Ditemukan Berkat Video TikTok Polisi

Global
Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Global
Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Global
Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Global
Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Global
Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Global
komentar
Close Ads X