Hantavirus Tidak Menular, Ini Kata Pakar...

Kompas.com - 26/03/2020, 12:40 WIB
Ilustrasi virus influenza SHUTTERSTOCK/Kateryna KonIlustrasi virus influenza

WASHINGTON, DC, KOMPAS.com - Para pakar mencoba menenangkan ketakutan masyarakat tentang berita kematian seorang pria di China akibat hantavirus yang terjadi di tengah-tengah wabah virus corona.

Korban yang tidak diketahui namanya itu berasal dari Provinsi Yunan dan meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong.

Padahal, hantavirus bukanlah virus baru. Hanya saja, merupakan sesuatu yang jarang terjadi pada manusia karena virus itu dibawa oleh tikus yang terinfeksi.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Seorang Pria Tewas karena Hantavirus | Jumlah Kematian di Spanyol Lampaui China

Kasus hantavirus sangat jarang, berdasarkan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) AS, penyebarannya akan terjadi jika manusia tidak sengaja mengonsumsi cairan tubuh tikus yang terinfeksi, baik urine, tinja, maupun air liur.

Namun, ada keterangan juga yang mengatakan bahwa penularan bisa melalui udara ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi oleh cairan tubuh tikus atau hewan pengerat lain yang terinfeksi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal Covid-19 di Spanyol Capai 9.000 Orang, tapi Puncak Wabah Mulai Lewat

Korban Meninggal Covid-19 di Spanyol Capai 9.000 Orang, tapi Puncak Wabah Mulai Lewat

Global
Prediksi Puncak Wabah Corona Sudah Lewat, Italia Masih Belum Stabil

Prediksi Puncak Wabah Corona Sudah Lewat, Italia Masih Belum Stabil

Global
Ini Perkiraan Puncak Wabah Virus Corona di AS

Ini Perkiraan Puncak Wabah Virus Corona di AS

Global
Di Turkmenistan, Sebut Virus Corona Saja Bakal Berakhir di Penjara

Di Turkmenistan, Sebut Virus Corona Saja Bakal Berakhir di Penjara

Global
Menghindari Lockdown Virus Corona, Pria di India Pura-pura Meninggal

Menghindari Lockdown Virus Corona, Pria di India Pura-pura Meninggal

Global
Virus Corona, Trump Minta Publik AS Bersiap akan '2 Pekan yang Menyakitkan'

Virus Corona, Trump Minta Publik AS Bersiap akan "2 Pekan yang Menyakitkan"

Global
Penyintas Virus Corona Berumur 85 Tahun Ini Disoraki Saat Keluar dari Rumah Sakit

Penyintas Virus Corona Berumur 85 Tahun Ini Disoraki Saat Keluar dari Rumah Sakit

Global
Sekjen PBB: Virus Corona Tantangan Terberat sejak Perang Dunia II

Sekjen PBB: Virus Corona Tantangan Terberat sejak Perang Dunia II

Global
100 Awak Kapal Induk Theodore Roosevelt Terkena Virus Corona, Kaptennya Minta Bantuan

100 Awak Kapal Induk Theodore Roosevelt Terkena Virus Corona, Kaptennya Minta Bantuan

Global
Putin Kirim Bantuan Alat Medis ke AS, Trump: 'Very Nice'

Putin Kirim Bantuan Alat Medis ke AS, Trump: 'Very Nice'

Global
28 Remaja 'Spring Breaker' yang Liburan ke Pantai Meksiko Positif Virus Corona

28 Remaja "Spring Breaker" yang Liburan ke Pantai Meksiko Positif Virus Corona

Global
1.400 Pemilik Printer 3D di Inggris Bersatu Membuat Masker Wajah Standar NHS

1.400 Pemilik Printer 3D di Inggris Bersatu Membuat Masker Wajah Standar NHS

Global
Atasi Corona, CDC AS Didesak agar Minta Warga AS Pakai Masker Kain di Tempat Umum

Atasi Corona, CDC AS Didesak agar Minta Warga AS Pakai Masker Kain di Tempat Umum

Global
Jilat Ludahnya Sendiri, Trump: Virus Corona Bukan Flu Biasa

Jilat Ludahnya Sendiri, Trump: Virus Corona Bukan Flu Biasa

Global
Taman Nasional di AS Tetap Buka, 7 Orang Terinfeksi Virus Corona

Taman Nasional di AS Tetap Buka, 7 Orang Terinfeksi Virus Corona

Global
komentar
Close Ads X