PM China Minta Pejabat Lokal Tidak Sembunyikan Kasus Infeksi Baru

Kompas.com - 26/03/2020, 08:00 WIB
Perdana Menteri China Li Keqiang, sembari mengenakan masker dan pakaian pelindung, berbicara di hadapan pekerja medis saat berkunjung ke Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, di tengah merebaknya virus corona pada 27 Januari 2020. REUTERS/STRINGERPerdana Menteri China Li Keqiang, sembari mengenakan masker dan pakaian pelindung, berbicara di hadapan pekerja medis saat berkunjung ke Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, di tengah merebaknya virus corona pada 27 Januari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Pejabat lokal di China didesak agar tidak menyembunyikan angka kasus baru infeksi virus corona yang telah mengunci warga Hubei selama dua bulan.

Kini otoritas Hubei telah mengizinkan warganya bepergian keluar pada Rabu (25/3/2020) namun tidak untuk kota Wuhan yang dijadwalkan bebas lockdown pada 8 April mendatang.

Perdana Menteri China, Li Keqiang mengatakan tiap pemerintah lokal harus mencari kebenaran fakta dan memublikasikannya secara transparan terkait wabah virus corona alias Covid-19.

Baca juga: Pemimpin Chechnya: Pelanggar Karantina Virus Corona Harus Dibunuh

Pada pertemuan kelompok tokoh-tokoh terkemuka terkait upaya perlawanan terhadap virus corona, Li mengatakan kalau para pejabat China harus akurat dalam melaporkan angka kasus baru.

Dia mengatakan, "tidak boleh ditutup-tutupi hanya demi mengejar laporan nol infeksi."

Menurut keterangan Li, para pakar percaya virus itu tidak bisa hilang begitu saja seperti SARS. Li juga mengatakan, meski virus telah secara efektif berhenti di Hubei, risiko wabah lokal dan kasus sporadis masih ada.

Baca juga: Virus Corona, Spanyol Beli APD dari China Senilai Rp 7,6 Triliun

"Langkah awal pencegahan dan deteksi pengendalian dini, laporan awal, isolasi awal dan perawatan dini harus dilakukan dengan tegas untuk mengekang penularan wabah di lokal dan bahkan untuk skala yang lebih besar," ujar Li.

Sejauh ini tidak ada kasus infeksi baru yang ditularkan secara lokal pada Rabu, karena China meningkatkan aturan karantina dan penyaringan untuk semua kedatangan internasional sebab adanya risiko dari kasus impor.

Hubei tampak tidak memiliki kasus infeksi baru belakangan ini. Otoritas lokal juga menurunkan tingkat risiko wabah virus corona dari 'tinggi' menjadi 'sedang' pada Rabu, bersamaan dicabutnya aturan lockdown provinsi tersebut.

Baca juga: Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: Ilmuwan Teliti Obat untuk Kurangi Komplikasi

Meski begitu, China telah memiliki 81 ribu lebih kasus infeksi yang dikonfirmasi dengan 474 kasus infeksi impor.

Korban tewas juga berada pada angka 3.281 pada Selasa (24/3/2020), angka tersebut naik empat orang dari hari sebelumnya.

 

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal Covid-19 di Spanyol Capai 9.000 Orang, tapi Puncak Wabah Mulai Lewat

Korban Meninggal Covid-19 di Spanyol Capai 9.000 Orang, tapi Puncak Wabah Mulai Lewat

Global
Prediksi Puncak Wabah Corona Sudah Lewat, Italia Masih Belum Stabil

Prediksi Puncak Wabah Corona Sudah Lewat, Italia Masih Belum Stabil

Global
Ini Perkiraan Puncak Wabah Virus Corona di AS

Ini Perkiraan Puncak Wabah Virus Corona di AS

Global
Di Turkmenistan, Sebut Virus Corona Saja Bakal Berakhir di Penjara

Di Turkmenistan, Sebut Virus Corona Saja Bakal Berakhir di Penjara

Global
Menghindari Lockdown Virus Corona, Pria di India Pura-pura Meninggal

Menghindari Lockdown Virus Corona, Pria di India Pura-pura Meninggal

Global
Virus Corona, Trump Minta Publik AS Bersiap akan '2 Pekan yang Menyakitkan'

Virus Corona, Trump Minta Publik AS Bersiap akan "2 Pekan yang Menyakitkan"

Global
Penyintas Virus Corona Berumur 85 Tahun Ini Disoraki Saat Keluar dari Rumah Sakit

Penyintas Virus Corona Berumur 85 Tahun Ini Disoraki Saat Keluar dari Rumah Sakit

Global
Sekjen PBB: Virus Corona Tantangan Terberat sejak Perang Dunia II

Sekjen PBB: Virus Corona Tantangan Terberat sejak Perang Dunia II

Global
100 Awak Kapal Induk Theodore Roosevelt Terkena Virus Corona, Kaptennya Minta Bantuan

100 Awak Kapal Induk Theodore Roosevelt Terkena Virus Corona, Kaptennya Minta Bantuan

Global
Putin Kirim Bantuan Alat Medis ke AS, Trump: 'Very Nice'

Putin Kirim Bantuan Alat Medis ke AS, Trump: 'Very Nice'

Global
28 Remaja 'Spring Breaker' yang Liburan ke Pantai Meksiko Positif Virus Corona

28 Remaja "Spring Breaker" yang Liburan ke Pantai Meksiko Positif Virus Corona

Global
1.400 Pemilik Printer 3D di Inggris Bersatu Membuat Masker Wajah Standar NHS

1.400 Pemilik Printer 3D di Inggris Bersatu Membuat Masker Wajah Standar NHS

Global
Atasi Corona, CDC AS Didesak agar Minta Warga AS Pakai Masker Kain di Tempat Umum

Atasi Corona, CDC AS Didesak agar Minta Warga AS Pakai Masker Kain di Tempat Umum

Global
Jilat Ludahnya Sendiri, Trump: Virus Corona Bukan Flu Biasa

Jilat Ludahnya Sendiri, Trump: Virus Corona Bukan Flu Biasa

Global
Taman Nasional di AS Tetap Buka, 7 Orang Terinfeksi Virus Corona

Taman Nasional di AS Tetap Buka, 7 Orang Terinfeksi Virus Corona

Global
komentar
Close Ads X