Kompas.com - 06/06/2021, 16:08 WIB
Ilustrasi singkong slpu9945Ilustrasi singkong

KOMPAS.com - Presiden RI pertama Soekarno, sadar akan pentingnya keberagaman makanan pokok Indonesia

Hal ini dikutip dari buku "Sorgum Benih Leluhur untuk Masa Depan" (2020) oleh Ahmad Arif diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia.

Soekarno dalam pidato Perayaan Hari Tani pada September 1965 menyebutkan, meningkatkan produksi beras saja tidak akan bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Dia menyebutkan produksi beras Indonesia sebelum kemerdekaan hanya 5,5 juta ton, sementara pada pada 1965 produksi beras mencapai 11 juta ton.

Baca juga: Sejak Kapan Orang Indonesia Ketergantungan Beras? Simak Sejarahnya

"Toh harga (beras) masih tetap naik. Sebabnya? Banyak," kata Soekarno dikutip Harian Kompas, 28 September 1965.

Sebab utama menurut Soekarno adalah pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang tidak sebanding dengan produksi pangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Persediaan bahan makanan itu harus ditambah," kata Soekarno.

Namun, ia sadar sawah bukanlah jalan keluar atas masalah ini. Mengingat luas lahan untuk budidaya padi sawah di Indoensia sangat terbatas.

Soekarno meminta untuk lebih berpusat menanam di lahan kering dan lahan gambut.

Siasati Kamarau Panjang, Petani Padi Beralih Tanam Palawija Tahan KemarauJUNAEDI Siasati Kamarau Panjang, Petani Padi Beralih Tanam Palawija Tahan Kemarau

"Alangkah besarnya persediaan makanan kita kalau delapan juta hektare ini kira berikan produksi yang lebih tinggi. Di sini, di tanah kering inilah, lebih way out (jalan keluar) mutlak yang kita cari," kata Soekarno.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.