Kompas.com - 12/04/2021, 13:35 WIB
Ilustrasi pengusaha muda. Dok. Shutterstock/Odua ImagesIlustrasi pengusaha muda.

KOMPAS.com - Merintis sebuah usaha atau bisnis tak lepas dari kebutuhan dana sebagai modal usaha. Besar kecilnya dana yang diperlukan tergantung pada bidang bisnis tersebut.

Dalam hal ini peran investor menjadi sangat penting karena untuk membangun sebuah usaha rintisan, pengusaha membutuhkan dukungan dana yang cukup dari para investor.

Simak lima cara mendapatkan investor bagi pengusaha kuliner yang dihimpun dari Konferensi Pers Daring–Peluncuran Sekolah Bisnis Kuliner, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Kisah Sukses Donat Madu Cihanjuang, Bisnis Rumahan Jadi Waralaba

1. Miliki tujuan yang jelas

Menurut CEO Haus! Indonesia, Gufron Syarif, seorang pengusaha harus memiliki purpose (tujuan) yang jelas agar bisnis yang dijalankan bisa terlaksana dengan baik.

"Paling tidak, pengusaha harus thau mengenai apa yang akan dilakukan dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun ke depan," kata Gufron.

Hal ini berguna untuk meyakinkan para calon investor yang akan menanamkan saham di sebuah perusahaan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sekolah Bisnis Kuliner Pertama di Indonesia Hadir di Bandung

Ia menyebutkan seorang pengusaha harus memiliki value yang lebih dari sekadar uang. 

Hal itu berarti ia menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan memang sesuai kemampuannya sehingga investor bisa yakin memberikan dana untuk modal.

2. Miliki technical skill

Selain tujuan yang jelas, Yuszak M. Yahya selaku CEO Serasa Group, mengatakan bahwa penting untuk memiliki kemampuan teknikal yang bagus.

Kemampuan teknikal yang dimaksud adalah kemampuan pengusaha untuk belajar banyak hal tentang sesuatu yang baru.

Yuszak juga mengatakan bahwa bidang yang ia pelajari sewaktu kuliah dan bekerja adalah dua hal yang berbeda.

Bahkan, ketika menjadi CEO dirinya pun perlu belajar banyak hal baru seperti tentang marketing dan operasional. 

Baca juga: Seluk Beluk Cloud Kitchen, Konsep Bisnis Makanan untuk yang Minim Modal

3. Siapkan financial model

IlustrasiUnsplash/Campaign Creators Ilustrasi

Menurut Yuszak, hal lain yang diperlukan bagi seorang pengusaha baru dalam merintis usahanya adalah tentang bagaimana membuat model keuangan.

Sama halnya dengan Gufron, Yuszak menyatakan bahwa sales forecasting (perkiraan penjualan) sebuah bisnis harus jelas hingga beberapa waktu ke depan.

Sales forecasting mencakup mulai dari struktur biaya hingga tentang persiapan keuangan lainnya.

4. Belajar fundamental

Tidak cukup sekadar intuisi atau membuat dugaan, seorang pengusaha juga harus benar-benar mengetahui dasar dari bisnis yang akan dibangun.

Menurut Budi Satria Isman, CEO Mikro Investindo & ProIndonesia Foundation, saat seorang pengusaha mengetahui fundamental bisnisnya, maka usaha tersebut akan berjalan secara berkelanjutan, mampu mendapat keuntungan, dan tumbuh.

Cara belajar fundamental bisnis tersebut diperlukan ilmu teori dan praktik. Keduanya bisa didapatkan dari orang yang mendampingi si pengusaha tersebut.

Baca juga: Kisah Sukses Bittersweet by Najla, Bisnis Rumahan Jadi Punya Banyak Reseller

5. Miliki fondasi yang kuat

Saat memulai bisnis baru, khususnya zaman sekarang, seorang pengusaha akan dihadapkan dengan noise atau keributan-keributan sosial media.

Budi mengatakan bahwa noise tersebut tidaklah selalu buruk. Dari keributan yang ada, pengusaha dapat belajar banyak hal baru.

Namun, banyaknya noise juga bisa membuat pengusaha bingung. Oleh karena itu, seorang pengusaha harus dapat memilah hal apa yang akan dipelajari.

Belajar memiliki fondasi terstruktur untuk membangun bisnis juga harus diiringi dengan kreativitas, passion dan tujuan sebagai kombinasi yang luar biasa.

Baca juga: Kisah Sukses Bisnis Halla Kitchen, Jualan 100 Dessert Box dalam 1 Menit

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X