Kompas.com - 12/10/2020, 09:31 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial berskala besar transisi (PSBB Transisi) jilid dua mulai 12 Oktober sampai 25 Oktober 2020.

Ada beberapa pelonggaran aktivitas selama PSBB Transisi, salah satunya adalah kegiatan dine in di restoran atau makan di tempat.

 

Sebelumnya kegiatan dine in dilarang pada masa PSBB yang diperketat.

Baca juga: Ini Daftar Kegiatan yang Diperbolehkan Selama PSBB Transisi Jilid 2 di Jakarta

Berikut aturan dine in restoran, warung makan, rumah makan, dan kafe, sesuai berita Kompas.com yang tayang Minggu (11/10/2020):

"Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab warung makan, rumah makan, kafe, atau restoran dalam menyelenggarakan kegiatan makan di tempat melaksanakan perlindungan kesehatan masyarakat," tertulis dalam Pergub Ketentuan Ayat 1 Pasal 12.

Persyaratan tersebut sebagai berikut:

a. Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19
b. membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan.
c. Mewajibkan pengunjung menggunakan masker, kecuali saat makan dan minum
d. Menerapkan pemeriksaan suhu tubuh
e. Melakukan pembatasan interaksi fisik dengan rentang jarak paling sedikit satu meter antar pengunjung
f. Menyediakan hand sanitizer
g. Tidak menggunakan alat makan atau alat minum yang mengharuskan pengunjung berbagi alat dalam mengkonsumsinya, antara lain shisha dan menu sejenisnya
h. Mewajibkan memasang informasi jumlah kapasitas pengunjung untuk penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan kasus terkonfirmasi Covid-19
j. Membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid-19.

Baca juga: 9 Restoran di Jakarta Tawarkan Fasilitas Makan dalam Mobil, Ada Holycow! dan PappaRich

Adapun sanksi bagi pengusaha tempat makan yang tak menjalankan aturan tersebut masih sama yaitu terancam diberikan sanksi administratif berupa penutupan sementara paling lama 1 kali 24 jam.

Pelanggar juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Denda akan meningkat dua kali lipat apabila ditemukan kembali pelanggaran setelah pelanggaran pertama.

"Pelanggaran berulang tiga kali dan berikutnya dikenakan denda administratif sebesar Rp 150 juta," tulis pasal 12 ayat 4 huruf C.

Usaha tempat makan yang melanggar aturan juga terancam dilakukan pencabutan izin apabila selama tujuh hari pemilik tidak membayar denda yang sudah ditentukan.

Baca juga: Cara Restoran di Jakarta Bertahan pada Masa PSBB yang Diperketat

Selama PSBB transisi, pasar, mal, dan pusat perbelanjaan juga telah diizinkan untuk beroperasi. Namun diberlakukan pembatasan pengunjung sebanyak 50 persen dari kapasitas normal.

Waktu operasional pusat perbelanjaan dan mal dibatasi dari pukul 09.00 WIB-21.00 WIB.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.