Sejarah Beras di Indonesia, Berasal dari Pedagang China dan India

Kompas.com - 21/09/2020, 22:18 WIB
Ilustrasi beras KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi beras

KOMPAS.com - Beras mempunyai sejarah panjang sampai menjadi makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia.

Baca juga: 4 Jenis Beras yang Lebih Sehat daripada Beras Putih, Apa Saja?

Beras tak hanya bernilai sebagai bahan makanan saja, melainkan juga menjadi bagian budaya di Indonesia.

Fadly Rahman, sejarawan kuliner Sejarawan makanan sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran, menjelaskan nilai sejarah beras di Indonesia.

Beras ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha

Beras, makanan pokok Indonesia tidak hanya sebuah makanan tapi memiliki nilai historis dan nilai budaya Bangsa IndonesiaPEXELS/Thanh Nguy?n Beras, makanan pokok Indonesia tidak hanya sebuah makanan tapi memiliki nilai historis dan nilai budaya Bangsa Indonesia

Tanaman yang masuk dalam genus Oryza sudah menjadi makanan pokok bangsa ini sebelum nama Indonesia sendiri terbentuk.

Menurut hasil penelitian para arkeologi bidang pangan ditemukan dua peninggalan sejarah mengenai padi.

Pertama ada ahli yang mengatakan bahwa padi adalah tanaman endemik Nusantara, kedua padi dibawa oleh orang China dan India.

"Sebelumnya masyarakat Nusantara makanan pokoknya adalah umbi-umbian, tetapi pada masa Hindu-Buddha pedagang Tionghoa dan India membawa padi, lalu oleh masyarakat lokal dibudidayakan dan menjadi makanan pokok," tutur Fadly pada Kompas.com, Rabu (16/09/2020).

Bukti bahwa padi sudah dibudidayakan di Indonesia terpahat dalam relief Candi Borobudur di Magelang.

Terlihat bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia merupakan petani padi yang handal. Fadly menambahkan bahwa budidaya padi juga tertulis dalam naskah kuno Nusantara.

"Dalam naskah-naskah kuno salah satunya Negarakertagama ditulis pada masa kekuasaan Majapahit bahwa padi yang dibudidayakan secara luas," ujar Fadly.

Beras masa lampau dan masa kini

Makanan pokok masyarakat Indonesia sejak masa kerajaan kuno hingga kini adalah beras.

Namun, ahli sejarah menuturkan bahwa beras yang masyarakat Indonesia makan saat ini berbeda dengan zaman Kerajaan Hindu-Buddha.

Fadly menjelaskan bahwa jenis beras yang sekarang dikonsumsi berasal dari padi yang dibawa orang China dan India. Sementara beras yang dimakan nenek moyang datang dari Afrika.

"Menurut para ahli pangan bisa dilihat dari segi teknik pembudidayaan, pemupukannya dan jenis padinya pun sudah berbeda," jelas Fadly.

"Beras yang dimakan masyarakat dahulu adalah Oryza glaberrima, ini warnanya hitam pekat tapi beras yang kita konsumsi sekarang ini adalah Oryza sativa dan berwarna putih," tambahnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X