Sejarah Dawet Ayu Banjarnegara

Kompas.com - 25/07/2020, 13:11 WIB
Ilustrasi Dawet senengmotret / shutterstockIlustrasi Dawet

KOMPAS.com – Dawet ayu merupakan salah satu minuman tradisional yang berasal dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Minuman terkenal hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Seperti dilansir dari Harian Kompas, sastrawan asal Banyumas Ahmad Tohari mengatakan bahwa penyebaran dawet ayu ke sejumlah daerah terjadi karena ada mobilisasi masyarakat Jawa Tengah pada 1980-an.

Baca juga: Apa Bedanya Cendol dan Dawet?

Orang-orang Banjarnegara dan Banyumas diduga membuat dawet di mana pun mereka tinggal.

Dari sanalah kemudian dawet ayu Banjarnegara bisa terkenal. Penjualnya memang belum tentu dari Banjarnegara, tetapi namanya tetap dawet ayu khas Banjarnegara.

Dawet dibuat dari rebusan tepung beras. Warna hijaunya diperoleh secara alami dari perasan daun pandan.

Pemanisnya menggunakan gula kelapa, dan santannya alami dari perasan buah kelapa segar.

Baca juga: Cara Bikin Es Cendol, Minuman Segar Teman Ngobrol di Rumah

ES DAWET GARENG DAN SEMAR - Penjaja Es Dawet Ayu tengah melayani pembeli di sebuah tepi jalan di Jakarta. Minuman jajanan khas dari daerah Banjarnegara, Jawa Tengah ini dijajakan dengan cara khas, yakni memakai pikulan berhias figur Semar dan Gareng yang ditenggerkan di atas gerobak dorong. Konon, ukiran kayu kedua tokoh punakawan dalam pewayangan ini bermakna simbolis. Gareng adalah simbol penjual, sementara Semar melambangkan pembeli.    KOMPAS/Mulyawan Karim ES DAWET GARENG DAN SEMAR - Penjaja Es Dawet Ayu tengah melayani pembeli di sebuah tepi jalan di Jakarta. Minuman jajanan khas dari daerah Banjarnegara, Jawa Tengah ini dijajakan dengan cara khas, yakni memakai pikulan berhias figur Semar dan Gareng yang ditenggerkan di atas gerobak dorong. Konon, ukiran kayu kedua tokoh punakawan dalam pewayangan ini bermakna simbolis. Gareng adalah simbol penjual, sementara Semar melambangkan pembeli.

Para penjual dawet biasa menggunakan pikulan yang khas untuk berjualan. Pikulan tersebut disebut angkringan dawet ayu atau angdayu.

Ada dua gentong besar yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri pikulan. Isinya masing-masing adalah santan dan dawet.

Gentong besar tersebut dibuat dari tanah liat yang dipercaya bisa menjaga suhu dawet dan santan tetap dingin sehingga pedagang tak perlu lagi menggunakan es batu.

Baca juga: Mudik Keliling Jawa, Kenali Beberapa Es Dawet Ini!

 

Namun kini, banyak juga penjual dawet yang menggunakan es batu agar dawet semakin segar.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X