Jenis Sayuran yang Cocok Ditanam di Rumah, Apa Saja?

Kompas.com - 06/07/2020, 21:09 WIB
Ilustrasi berkebun di rumah PexelsIlustrasi berkebun di rumah


JAKARTA, KOMPAS.com – Tak semua tanaman sayuran cocok untuk ditanam di rumah. Ada beberapa jenis tanaman yang lebih optimal dibanding yang lain untuk ditanam di rumah.

Baca juga: Cara Tanam Kangkung dengan Metode Hidroponik, Bisa Ditaruh dalam Kamar

Pada dasarnya, ada tiga jenis tanaman diklasifikasikan berdasarkan lama hidupnya. Yakni tanaman perennial, annual, dan biennial.

Menurut Sita Pujianto, praktisi urban farming dan petani kota, tanaman perennial jadi jenis tanaman paling cocok untuk ditanam di rumah.

“Dia less effort hanya tancap saja tapi dia bisa hidup bertahun-tahun bahkan di pot. Saya punya kelor sampai sekarang sudah 4 tahun, pepaya jepang sudah 7 tahun itu masih ada di pot itu,” kata Sita dalam acara Environmental Week Rancang Bangun Kebun Urban: Kebaikan Aktivitas Berkebun untuk Tatanan Warga Kota yang Lebih Baik yang diselenggarakan IDEA dan #SAYAPILIHBUMI, Sabtu (4/7/2020).

Jenis tanaman sayuran perennial, annual, dan biennial

Tanaman perennial adalah tanaman menahun atau jenis tanaman yang akan terus hidup setelah bereproduksi. Dalam artian, tanaman jenis ini akan bisa hidup bahkan selama bertahun-tahun.

Sementara tanaman annual adalah tanaman semusim atau tahunan yang bisa dipanen hasilnya dalam satu musim tanam.

Biasanya berumur kurang dari satu tahun dan untuk menumbuhkannya lagi harus dilakukan penanaman ulang.

Ilustrasi panen sayuranPexels Ilustrasi panen sayuran

Tanaman biennial adalah tanaman yang membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk menyelesaikan masa hidupnya.

Menurut Sita, tanaman perennial yang ada di kebun rumah sebaiknya berjumlah sekitar 70 persen dari total tanaman. Sementara tanaman perennial sebaiknya berjumlah sekitar 30 persen, dan tanaman annual 10 persen.

“Tanaman annual itu sekali tanam habis, ulang lagi, tanam lagi, ulang lagi. Sekitar 1,5 bulan harus ulang lagi. Itu yang menimbulkan rasa lelah untuk kita yang menanam. Kalau kita tanam banyak perennial itu enggak banyak effort-nya,” jelas Sita.

Tanaman perennial di antaranya adalah kelor, pepaya jepang, bayam brazil, sambung nyawa, katuk, beluntas, dan cincau.

Sementara tanaman biennial adalah kale, seledri, daun bawang, dan kucai. Lalu untuk tanaman annual contohnya adalah sawi, kailan, selada, pakchoy, radish, bayam, dan kangkung.

“Ternyata tanaman (perennial) ini sudah diteliti jurnal internasional mereka itu termasuk superfood. Gizinya sama dengan bayam, kangkung, dan yang lain,” ujar Sita.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X