Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosok Yudho, Dosen Berprestasi UNS yang Pernah Jadi Penjual Koran

Kompas.com - 09/04/2024, 10:34 WIB
Sania Mashabi,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sosok Yudho Yudhanto adalah salah satu dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berprestasi.

Hal itu terlihat dari Yudho yang mendapat penghargaan peringkat 1 Inventor dan Kreator Terproduktif kategori Hak Cipta dari UNS pada 2022 lalu.

Yudho mengatakan, selama menjadi dosen, ia telah mengambil inisiatif mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hak cipta atas karya produk aplikasi yang pernah dibuatnya.

Baca juga: Kisah Amiera dan Naura, Masuk ITS Jalur SNBP 2024 di Usia 16 Tahun

"Teman-teman mahasiswa itu selain wajib mampu programming, juga harus aware terhadap perlindungan hasil intelektualnya," kata Yudho dikutip dari laman resmi UNS, Senin (8/4/2024).

"Dengan menghargai karya sendiri maka tentu saja akan menimbulkan sifat menghargai karya orang lain," lanjut dia.

Tidak hanya itu, Yudho juga memiliki 13 artikel jurnal bereputasi internasional di laman Scopus dan masih akan terus bertambah.

Sebelum menjadi dosen, Yudho di masa muda juga pernah mengalami beratnya kehidupan dengan harus menjadi pedagang asongan koran.

Kendati demikian, alumni SMK Negeri 2 Surakarta ini tidak menganggap pekerjaan itu sebagai kekurangan, tetapi justru menjadikannya pembelajaran nyata yang sangat berharga.

Hikmahnya, kata Yudho, ia terbiasa melahap isi koran, majalah, dan buku apapun sembari menunggu dagangan habis terjual.

Baca juga: Beasiswa S1 Binus University 2024, Bisa Kuliah Gratis sampai Lulus

Kebiasaan inilah yang membentuknya seperti saat ini dan menjadikannya sosok yang haus akan bacaan hingga membuatnya menjadi seorang penulis buku.

Lulus dari sekolah, lanjut Yudho, ia mengawali karier pada sebuah perusahaan komputer dan jaringan di Kota Bandung.

Dua tahun berselang, Yudho mendapat pekerjaan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero.

Meski sudah bekerja, semangat belajar Yudho tidak ia pun memutuskan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.


Yudho mengatakan, berkuliah bukan untuk ganti status atau gaya-gayaan. Terdapat banyak manfaat yang ia rasakan.

Selain ilmu, skill, attitude dan komunitas baru, berkuliah juga menaikkan tingkat kepercayaan diri karena bertambahnya keterampilan teknik dan pengalaman.

"Selagi bisa (berkuliah), kenapa tidak? Kalaupun harus swadaya, itu adalah investasi yang pasti untung. Akan tetapi, kuliah yang bagus itu adalah yang selesai," ucap Yudho.

Selain menjadi dosen di Program Studi (Prodi) D3 Teknik Informatika, Yudho juga menjadi founder sekaligus CEO sebuah startup IT di bidang Automatic Identification and Data Capture (AIDC) di Surakarta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com