Rizki Ikhwan
Praktisi Pendidikan (Aktivis Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa)

Pegiat Pendidikan yang masih terus belajar

Gaya Komunikasi untuk Keberhasilan Mengajar

Kompas.com - 27/09/2022, 14:03 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SALAH satu poin yang menunjang keberhasilan mengajar seorang guru adalah gaya komunikasi yang efektif. Komunikasi efektif seorang guru dalam menyampaikan pesan kepada muridnya berarti apa yang ditransfer sama dengan apa yang diterima.

Korelasi yang tepat dalam penyampaian pesan itu tentunya dapat menghindari miscommunication, misunderstand, dan misinterpretation. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, keselarasan ide dan tujuan bersama dapat tercapai sehingga mampu mewujudkan proses belajar yang efektif dan sinergis.

Banyak hal yang memengaruhi keberhasilan mengajar seorang guru di kelas, seperti kecakapan dalam pemahaman materi ajar yang mau disampaikan, penguasaan kelas, kondisi fisik ruangan, ketersediaan media serta alat bantu mengajar, kesiapan siswa, dan berbagai faktor pendukung lainnya.

Baca juga: Ciri-ciri Komunikasi Efektif

Di antara berbagai faktor tersebut, penguasaan komunikasi yang efektif juga tentunya sangat memengaruhi keberhasilan mengajar. Bahkan dalam beberapa riset yang dilakukan para ahli, gaya komunikasi yang efektif itu memiliki tempat teratas dari sekian faktor yang mendukung lainnya.

Kenapa demikian? Karena poin “komunikasi” bersifat langsung antara seorang guru dan siswanya, serta nantinya punya kaitan erat dengan pengondisian kelas, baik tertuju secara pribadi ke siswanya, maupun kepada semua siswa secara menyeluruh yang terlibat di dalam kelas tersebut.

Dalam aspek pemahaman psikologi pun, komunikasi menjadi tolak ukur dalam mengaplikasikan pendekatan psikologi yang sahih nantinya.

 

Bahasa komunikasi

Komunikasi dalam pemakaiannya tidak akan terlepas dari yang namanya penerapan bahasa. Merujuk pada hal tersebut, Anderson (1999) mengungkapkan, bahasa terbagi pada dua kriteria, yaitu bahasa verbal dan bahasa non-verbal.

Bahasa verbal bisa berupa pemakaian kata dalam kalimat yang terujar dari mulut si pembicara dan didengar oleh telinga si penerima.

Sementara bahasa non-verbal dapat tergambar dari bahasa tubuh, tanda (sign), tindakan/perbuatan (action), dan obyek (object).

Dalam korelasinya dengan proses belajar dan mengajar, adakalanya bahasa verbal memiliki porsi yang lebih rendah dari bahasa non-verbal, begitu juga sebaliknya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.