Kompas.com - 22/07/2022, 08:34 WIB

KOMPAS.com - Kasus bullying atau perundungan siswa SD di Tasikmalaya, Jawa Barat baru-baru ini mendapat sorotan.

Apalagi, korban bullying sempat sakit saat memikirkan bullying yang diterimanya hingga meninggal dunia.

Kasus seperti ini, tidak terjadi sekali dua kali. Beberapa kali, telah terjadi dan dalam waktu berdekatan. Mengapa kasus bullying terus-menerus terjadi berulang? 

Menanggapi hal ini, akademisi Universitas Brawijaya, Ari Pratiwi mengatakan masih ada celah dalam pengawasan anak antara orangtua dan sekolah.

Baca juga: Fresh Graduate, Ingat 6 Hal Ini Saat Temui Bullying di Tempat Kerja

Misalnya, saat jam istirahat di sekolah. Terkadang, guru tidak ada yang mengawasi saat istirahat berlangsung.

"Ketika jam istirahat, guru ikut istirahat sehingga menjadi kesempatan anak-anak bisa melakukan praktik bullying," kata dia.

Jam-jam kosong di sekolah, baik istirahat atau pergantian mata pelajaran memiliki jeda waktu yang cukup lama sehingga rawan dipersalahgunakan.

Kasus seperti ini, ia temui pada tahun 2015. Sehingga, Ari mengusulkan adanya piket guru untuk mengawasi para siswa.

Selain itu, bullying juga bergeser di media sosial. Ari mengatakan, ada sebuah penelitian jika bullying di media sosial berbanding lurus dengan bullying secara tradisional atau secara tatap muka.

"Secara paralel, bullying di medsos pasti di dunia nyata anak ini dibully. Berbeda jika di media sosial tidak saling mengenal, maka di dunia nyata pun tidak terkena bullying," tambahnya.

Baca juga: 5 Jenis Bullying yang Harus Diketahui Siswa, Orangtua dan Guru

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.