BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sampoerna University

Dear Orangtua, Bekali Anak dengan Keterampilan Berikut agar Bisa Bersaing dengan Robot dan Mesin di Dunia Kerja

Kompas.com - 16/11/2021, 13:55 WIB
Ilustrasi keterampilan pada abad ke-21. DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi keterampilan pada abad ke-21.
|

KOMPAS.com – Memasuki era digital pada abad ke-21, banyak pekerjaan di berbagai industri terdisrupsi oleh penggunaan mesin dan robot.

Berdasarkan laporan The Future of Jobs yang dikutip Kompas.com, Rabu (21/10/2020), terdapat lebih kurang 85 juta pekerjaan akan tergantikan oleh mesin.

Kabar baiknya, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 97 juta pekerjaan baru akan muncul berkat pemanfaatan teknologi digital. Pekerjaan-pekerjaan ini terbilang lebih adaptif dengan kolaborasi antara manusia, mesin, dan algoritma.

Baca juga: Sampoerna University Buka Beasiswa S1 Tahun 2022, Bebas Biaya Kuliah

Namun, untuk mendapatkan satu dari 97 juta pekerjaan tersebut pun tak mudah. Seseorang perlu bersaing dengan ketat agar bisa mendapatkan posisi yang diinginkan.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk membimbing anak agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang relevan di era sekarang.

Adapun keterampilan yang harus dikuasai anak meliputi critical thinking (berpikir kritis), effective communication (komunikasi yang efektif), leadership (kepemimpinan), technology literacy (literasi teknologi), dan global learning (pembelajaran global). Simak ulasan berikut untuk penjelasan lebih jauh.

1. Critical thinking

Berpikir kritis merupakan sebuah kemampuan yang digunakan untuk menganalisis fakta, mengemukakan dan mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen, serta memecahkan masalah.

Robot atau mesin bisa dibilang tidak memiliki kemampuan tersebut. Pasalnya, berpikir kritis merupakan kombinasi dari pola pikir dan perasaan manusia untuk menganalisis serta merespons sebuah informasi.

Baca juga: Kelas 12, Sampoerna University Buka Beasiswa S1 hingga 100 Persen

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa mengasah kemampuan berpikir kritis. Salah satunya, dengan membantu anak belajar mengemukakan pendapat tentang isu apa pun yang sedang ramai diperbincangkan.

Pendapat yang diungkapkan nantinya juga bisa didiskusikan dengan Anda sebagai orangtua atau guru untuk analisis lebih dalam.

Ilustrasi keterampilan komunikasi efektif.DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi keterampilan komunikasi efektif.

2. Effective communication

Setelah mendapatkan analisis dan kesimpulan dari sebuah isu, tahap selanjutnya adalah mendiskusikannya. Perlu diketahui, diskusi merupakan salah satu kemampuan komunikasi efektif yang harus dikuasai anak agar bisa bersaing dengan banyak orang.

Dalam sebuah diskusi, Anda bisa mendorong anak untuk belajar berargumentasi berdasarkan fakta, termasuk dalam menyanggah pendapat orang lain. Kemudian, ajak anak mengemukakan pendapat serta menyanggah orang lain dengan sopan dan benar.

Kemampuan komunikasi efektif yang baik akan membantu anak untuk bisa beradaptasi di lingkungan kerja yang dinamis pada masa mendatang. Pasalnya, berkat kemampuan ini, anak dapat memahami dan dipahami oleh orang lain. Selain itu, juga membentuk kepercayaan yang menjadi landasan suatu hubungan profesional.

3. Leadership

Selain mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang efektif, Anda juga harus mendorong anak untuk memiliki jiwa kepemimpinan. Pada dasarnya, setiap anak mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin.

Oleh karena itu, jiwa kepemimpinan pada anak harus diasah sejak dini. Hal tersebut dapat menjadi landasan yang kukuh untuk mewujudkan mimpi dan tujuan hidup anak di masa mendatang.

Baca juga: Mahasiswa, Ini 6 Tingkat Kemampuan Bahasa Inggris, Kamu di Level Mana?

Jika saat ini anak Anda berada pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), ajak anak untuk aktif berorganisasi. Dengan mengikuti organisasi, anak akan lebih proaktif dalam bersosialisasi, dapat belajar menentukan skala prioritas, bersinergi dengan anggota lain, dan memiliki visi untuk selalu menjadi pemenang.

4. Technology literacy

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, perkembangan teknologi yang pesat membuat sebagian besar sektor industri terdisrupsi.

Jika dahulu semua pekerja harus berada di kantor untuk menyelesaikan semua pekerjaan, kini tidak lagi. Sebab, teknologi membantu karyawan untuk bisa bekerja di mana dan kapan saja.

Kendati demikian, seseorang tidak hanya dituntut untuk bisa mengakses teknologi, tetapi juga memiliki pengetahuan terhadap literasi teknologi yang memadai. Kemampuan literasi teknologi menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki semua orang saat ini.

Baca juga: Literasi Digital: Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tantangan dan Contoh

Orangtua memiliki peran vital dalam mengenalkan literasi teknologi kepada anak. Langkah pertama, ajari anak cara menggunakan teknologi dengan baik, benar, dan bijaksana.

Kemudian, ajarkan batasan-batasan penggunaan teknologi. Misalnya, penggunaan teknologi tidak boleh merugikan orang lain.

Orangtua juga bisa membimbing anak untuk pintar mengolah informasi yang didapatkan dari dunia maya. Dengan demikian, anak tidak mudah menyebarluaskan berita bohong atau hoaks.

Ilustrasi keterampilan pembelajaran global.DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi keterampilan pembelajaran global.

5. Global learning

Pada era sekarang, anak perlu memiliki pengalaman global exposure sebelum memasuki dunia kerja. Global exposure merupakan pengembangan mental berdasarkan pemahaman akan dinamika global.

Untuk mendapatkan pengalaman tersebut, orangtua bisa mengajarkan anak bahasa Inggris sebagai bahasa internasional agar anak bisa berkomunikasi lebih luas. Selain itu, masukkan anak ke institusi pendidikan yang menawarkan pendidikan berkualitas internasional.

Hal tersebut bertujuan untuk mengasah pola pikir anak dengan perspektif yang lebih luas, pengembangan diri, dan memperluas jaringan.

Baca juga: Guru, Ini Model Pembelajaran SOLE agar Anak Berpikir Kritis

Adapun salah satu institusi pendidikan yang fokus dalam memberikan pengalaman global exposure kepada para pelajar adalah Sampoerna University. Tak hanya itu, Sampoerna University juga mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 dan memberikan pendidikan kelas dunia sebagai komitmen untuk menciptakan pemimpin Indonesia masa depan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Sampoerna University bermitra dengan University of Arizona di Amerika Serikat dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar bisa memperluas ilmu yang didapat.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa akan mendapatkan gelar akademik bachelor’s degree atau S1 dengan titel double degree. Dengan begitu, mahasiswa lulusan Sampoerna University mempunyai peluang lebih untuk mendapatkan pekerjaan secara nasional dan global pada masa mendatang.

Baca juga: Guru, Manfaatkan 5 Aplikasi Pembuat Media Pembelajaran Interaktif

Tak hanya itu, Sampoerna University juga memiliki pilihan jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan pada abad ke-21 yang meliputi jurusan bisnis, digital marketing, mechanical engineering, pendidikan bahasa Inggris, dan lain-lain.

Sebagai informasi, Sampoerna University telah terakreditasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu, program akademik yang tersedia di Sampoerna University juga dikembangkan bersama dengan institusi mitra yang terakreditasi penuh oleh badan pendidikan di Amerika Serikat dan internasional.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang visi, misi, dan core value dari Sampoerna University, kunjungi laman sampoernauniversity.ac.id atau ikuti akun Instagram @sampoerna.university dan Facebook @sampoerna.university.

Jadi, Anda sebagai orangtua bisa memiliki pertimbangan lebih matang dalam memilih universitas bagi anak tercinta.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.