Kompas.com - 15/06/2021, 14:25 WIB
Ilustrasi literasi digital freepik.com/rawpixel.comIlustrasi literasi digital

KOMPAS.com - Literasi digital diperlukan dalam penggunaan teknologi. Salah satu komponen dalam lingkungan belajar dan akademis yaitu literasi digital.

Penerapan literasi digital dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi.

Dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya. Kemampuan untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif.

Pengertian literasi digital

Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.

Baca juga: Literasi Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Tingkatnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prinsip dasar literasi digital

Menurut Yudha Pradana dalam Atribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital (2018), literasi digital memiliki empat prinsip dasar, yaitu:

  1. Pemahaman
    Artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang diberikan media, baik secara implisit ataupun eksplisit.
  2. Saling ketergantungan
    Artinya antara media yang satu dengan lainnya saling bergantung dan berhubungan. Media yang ada harus saling berdampingan serta melengkapi antara satu sama lain.
  3. Faktor sosial
    Artinya media saling berbagi pesan atau informasi kepada masayrakat. Karena keberhasilan jangka panjang media ditentukan oleh pembagi serta penerima informasi.
  4. Kurasi
    Artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami serta menyimpan informasi untuk dibaca di lain hari. Kurasi juga termasuk kemampuan bekerja sama untuk mencari, mengumpulkan serta mengorganisasi informasi yang dinilai berguna.

Baca juga: Kewarganegaraan Digital: Definisi dan Fungsi

Manfaat literasi digital

Dilansir dari Manfaat Literasi Digital Bagi Masyarakat dan Sektor Pendidikan Pada Saat Pandemi Covid-19 (2020) karya Eti Sumiati dan Wijonarko, literasi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Manfaat tersebut di antaranya:

  1. Kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan individu.
  2. Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi.
  3. Menambah penguasaan ‘kosa kata’ individu, dari berbagai informasi yang dibaca.
  4. Meningkatkan kemampuan verbal individu.
  5. Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu.
  6. Menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi.

Tantangan literasi digital

Literasi digital setidaknya memiliki dua tantangan yang harus dihadapi. Tantangan ini bisa diatasi dengan menerapkan literasi digital dalam setiap penggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Berikut penjelasannya:

  • Arus informasi yang banyak

Tantangan paling kuat dari literasi digital adalah arus informasi yang banyak. Artinya masyarakat terlalu banyak menerima informasi di saat yang bersamaan. Dalam hal inilah literasi digital berperan, yakni untuk mencari, menemukan, memilah serta memahami informasi yang benar dan tepat.

Baca juga: Cara Menghargai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  • Konten negatif

Konten negatif juga menjadi salah satu tantangan era literasi digital. Contohnya konten pornografi, isu SARA dan lainnya. Kemampuan individu dalam mengakses internet, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus dibarengi dengan literasi digital. Sehingga individu bisa mengetahui, mana konten yang positif dan bermafaat serta mana konten negatif.

Contoh literasi digital

Literasi digital bisa diterapkan di mana saja, yakni di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat. Berikut beberapa contoh penerapan literasi digital:

  • Literasi digital di sekolah
  1. Komunikasi dengan guru atau teman menggunakan media sosial.
  2. Mengirim tugas sekolah lewat e-mail.
  3. Pembelajaran dengan cara online, yakni lewat aplikasi ataupun web.
  4. Mencari bahan ajar dari sumber tepercaya di internet.
  • Literasi digital di rumah
  1. Melakukan penelusuran dengan menggunakan browser.
  2. Mendengarkan musik dari layanan streaming resmi.
  3. Melihat tutorial memasak dari internet.
  4. Menggunakan laptop yang tersambung ke internet untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan.
  • Literasi digital di lingkungan masyarakat
  1. Menggunakan media internet untuk menggalang dana atau donasi.
  2. Penggunaan media sosial untuk sarana promosi penjualan.
  3. Memakai aplikasi meeting untuk rapat RT.
  4. Menggunakan grup di media sosial untuk menyebarkan informasi yang tepat dan kredibel.

Baca juga: Dampak Kemajuan Teknologi di Bidang Sosial dan Budaya


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X