Kompas.com - 11/11/2021, 18:56 WIB
UNJ menyelenggarakan workshop penyusunan draf Peraturan Rektor Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan UNJ. Workshop digelar pada 9?12 November 2021 di Bekasi Jawa Barat. DOK. UNJUNJ menyelenggarakan workshop penyusunan draf Peraturan Rektor Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan UNJ. Workshop digelar pada 9?12 November 2021 di Bekasi Jawa Barat.

KOMPAS.com - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan workshop penyusunan draf Peraturan Rektor Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan UNJ. Workshop digelar pada 9–12 November 2021 di Bekasi Jawa Barat.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan, penyusunan Peraturan Rektor Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan UNJ ini disusun sebagai perbaikan atau perubahan dari peraturan rektor sebelumnya.

Peraturan rektor sebelumnya masih menggabungkan peraturan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus dengan peraturan pencegahan dan penanganan perundungan.

"Dengan keluarnya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, maka menjadi momentum untuk pengaturan secara khusus dan lebih komprehensif dalam rangka menjaga moral dan marwah kampus sebagai lembaga pendidikan," ungkap Prof. Komarudin.

"Selain itu hal ini juga sebagai bentuk komitmen UNJ untuk menumbuhkan kehidupan kampus yang manusiawi, bermartabat, setara, inklusif, kolaboratif, serta tanpa kekerasan di antara mahasiswa, pendidik, tenaga kependidikan, dan warga kampus di UNJ," tegas Prof. Komarudin.

Draf Peraturan Rektor Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ini diharapkan nantinya menjadi pedoman bagi UNJ dalam mencegah dan menangani permasalahan kekerasan seksual di lingkungan UNJ.

Wujud dari pelaksanaan Peraturan Rektor ini nantinya dibentuk satuan tugas untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan UNJ.

Baca juga: Permendikbud PPKS Dinilai sebagai Langkah Progresif Restorasi Hukum Kekerasan Seksual

Tindak lanjut Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021

Syafirah Hardani, aktivis perempuan yang konsen pada isu pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) mengatakan, dengan maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, langkah dilakukan UNJ ini perlu mendapat apresiasi.

"UNJ menyambut baik Permendikbud 30 tahun 2021 dan mengambil langkah konkret dengan merumuskan peraturan Rektor UNJ tentang PPKS. Saya kira UNJ secara institusi sangat bagus memiliki komitmen untuk menciptakan kampus yang aman bagi seluruh civitas akademikanya," ungkap Syafirah Hardani.

Dalam kesempatan sama, Robertus Robet, Ketua Tim RBZI UNJ, mengatakan perguruan tinggi harus memiliki aturan untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.