Kompas.com - 28/10/2021, 11:56 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/10/2021). Foto: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ristek KOMPAS.com/RAHEL NARDAMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/10/2021). Foto: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ristek
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di kompleks Kemendikbud Ristek pada Kamis (28/10/2021) pagi.

Saat upacara, Nadiem mengenakan pakaian adat asal Provinsi Riau.

Baca juga: Nadiem Makarim: Baru 47 Persen Sekolah di Sumut Jalani PTM Terbatas

Menurut Nadiem, jika Sumpah Pemuda tidak tercetus saat itu, ia meyakini, para pemuda Indonesia tidak akan berdiri sebagai pelajar merdeka dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.

"Kita harus terus mengingat tapak-tapak sejarah yang dilalui para pendahulu kita sebagai bekal membangun masa depan," ucap Nadiem lewat kanal YouTube Kemendikbud Ristek.

Nadiem mengaku, tapak demi tapak itu kini harus menjadi lompatan. Oleh karena itu, peringatan Sumpah Pemuda adalah hari kemenangan untuk kita semua.

"Hari di mana kita generasi muda Indonesia melompat berrsama dengan rampak dan serentak. Sekarang saatnya. Jangan mundur lagi. Arahnya satu: maju. Caranya satu: melompat bersama," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nadiem Makarim menyampaikan refleksi mengenai Sumpah Pemuda.

"Para pelajar seluruh Indonesia yang saya banggakan, bayangkan jika generasi pendahulu tidak menyatukan gagasan mereka tentang sebuah bangsa yang bersatu dan merdeka. Bayangkan jika sumpah pemuda tidak pernah dicetuskan dan diikrarkan oleh para pemuda penggerak bangsa," ucap Nadiem.

Lanjut dia menuturkan, generasi muda Indonesia harus melompat sekarang, karena mengejar ketertigggalan saja tidak cukup.

Setelah melewati masa yang penuh tantangan dan keterbatasan, inilah kata dia, waktu untuk bangkit dan tumbuh.

Baca juga: Profesor dari Jepang: Bahasa Sunda Bisa Mendunia

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.