Kompas.com - 07/09/2021, 13:17 WIB
Ilustrasi rumput laut PIXABAY/ PHOTOSFORYOUIlustrasi rumput laut
|

KOMPAS.com - Dua dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan inovasi pada rumput laut. Yakni mengolahnya jadi tepung gelatin dan kapsul halal.

Adapun dua dosen itu ialah Dr. Ing. Suhendra S.T., M.Sc., dan Dr. Ir. Zahrul Mufrodi S.T., M.T, IPM. dari Program Studi Teknik Kimia UAD.

Menurut Suhendara, gelatin telah lama digunakan pada industri makanan/minuman dan farmasi. Namun sebagian besar gelatin diproduksi dari bahan hewani.

Baca juga: Terapkan Iptek, Dosen Unimed Olah Limbah Perikanan Jadi Pakan Ternak

"Sebagian besar produk gelatin hewani berbahan baku babi. Contoh produk yang digunakan adalah kapsul untuk cangkang obat atau herbal, yang mayoritas berbahan baku hewani dan tidak halal," ujarnya seperti dikutip dari laman UAD, Selasa (7/9/2021).

Agar tak impor lagi

Dikatakan, kini masyarakat mulai peduli dengan produk berbahan baku nabati dan halal. Termasuk gelatin berbahan baku nabati yang semakin dicari.

Salah satu bahan baku gelatin adalah rumput laut yang jumlahnya melimpah di Indonesia. Hingga kini, tepung gelatin dan kapsul halal masih banyak berasal dari impor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebelumnya riset pendahuluan pernah dilakukan di UAD dan mendapatkan pengakuan dunia internasional. Kami melanjutkan program sebelumnya dengan target pembuatan tepung gelatin dan kapsul," terangnya.

Nantinya, tepung gelatin yang dihasilkan akan digunakan pada produk pangan sederhana hingga diperoleh hasil konsistensi produk yang diterima pasar dengan baik.

Demikian juga dengan produk kapsul yang diajukan akan dites konsistensinya dan dilakukan analisis produksi pada skala lebih besar untuk mencapai taraf ekonomi layak jual.

Zahrul menambahkan, ke depan yang diinginkan dari program ini adalah bisnis yang mendukung proses produksi.

"Proses produksi tepung gelatin dan kapsul dari rumput laut ditingkatkan menjadi skala pabrik yang produknya dapat dipasarkan oleh mitra kerja sama UAD. Selain itu paten sederhana akan dibuat," jelasnya.

Baca juga: Dosen UMY Ciptakan Aplikasi JogjaLoop demi Wujudkan Ide Kota Inklusif

Diharapkan, program ini menghasilkan unit bisnis baru yang dapat menampung tenaga kerja baru. Tak hanya itu saja, ini juga menyerap produk petani rumput laut lebih banyak.

Serta menawarkan produk baru berkualitas yang dihasilkan dari dalam negeri untuk meningkatkan penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada industri pangan dan farmasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.