Kompas.com - 24/08/2021, 21:57 WIB
Kepala Perpusnas Syarif Bando dalam webinar bertema Melalui Kepatuhan SS KCKR Karya Bangsa Lestari Indonesia Tangguh dan Tumbuh yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (24/8/2021). DOK PERPUSNASKepala Perpusnas Syarif Bando dalam webinar bertema Melalui Kepatuhan SS KCKR Karya Bangsa Lestari Indonesia Tangguh dan Tumbuh yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (24/8/2021).

KOMPAS.com - Penerbit dan produsen karya rekam di Indonesia disiplin menyerahkan hasil karya cetak dan karya rekam (KCKR) ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Sepanjang Januari-Juli 2021, Perpusnas mencatat 311.956 eksemplar KCKR diserahkan oleh penerbit dan produsen karya rekam. Tahun ini, Perpusnas menargetkan 367.500 eksemplar KCKR.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2020, tercatat sebanyak 420 ribu eksemplar KCKR dari 355.630 judul yang dihimpun Perpusnas dari 3.653 penerbit dan produsen karya rekam.

Angka ini menjadi catatan mengesankan, dan menunjukkan kepatuhan penerbit dan produsen karya rekam dalam memenuhi amanat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan KCKR (SS KCKR).

UU mengamanatkan setiap penerbit dan produsen karya rekam menyerahkan hasil karyanya masing-masing ke Perpustakaan Nasional dan perpustakaan provinsi tempat domisili.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan kepatuhan ini menjadi hal yang membanggakan dalam upaya mewujudkan koleksi nasional dan melestarikannya sebagai hasil budaya bangsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kegiatan bertema "Melalui Kepatuhan SS KCKR Karya Bangsa Lestari Indonesia Tangguh dan Tumbuh" yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (24/8/2021), Syarif Bando menyebut, perpustakaan merupakan institusi jembatan pengetahuan masa lampau, masa kini, dan masa datang dari semua karya yang dihasilkan penulis di Indonesia.

Dengan menyerahkan koleksi KCKR, menurut Syarif Bando, para penulis, penerbit dan produsen karya rekam merupakan sosok istimewa karena menjadi jembatan ilmu pengetahuan bagi bangsa Indonesia.

Baca juga: Konten Negatif Bertebaran di Dunia Maya, Literasi Digital Jadi Landasan Penting

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arys Hilman menyatakan akses merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi terjadinya aktivitas literasi. Karenanya, dia mendukung upaya untuk memberdayakan sumber daya agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber-sumber literasi, seperti perpustakaan, toko buku, dan media massa.

Ikapi mencatat jumlah buku elektronik yang didaftarkan ke Perpusnas untuk mendapatkan International Standard Book Number (ISBN) terus bertambah setiap tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.