Kompas.com - 27/05/2021, 11:11 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik UUGM, Wahyudi Kumorotomo menilai kasus bocornya data kependudukan yang bermula dari BPJS Kesehatan harus diusut tuntas oleh pihak berwenang.

Dalam hal ini, kata dia, perlu kerjasama yang baik antara Kementerian Kominfo, Bareskrim Polri, dan BSSN.

Hal itu dilakukan guna mencegah kebocoran data penduduk, sehingga tidak mengundang kejahatan siber.

Baca juga: Dosen Komunikasi UGM: Doxing Musuh Baru Kebebasan Pers

"Klaim akun penjual data 279 juta lain dapat dilayani melalui transaksi penjualan data sepertinya berlebihan. Tetapi tidak ada salahnya bagi aparat pemerintah terkait untuk bergerak cepat untuk menemukan pelaku dan mencegah terjadinya kebocoran data lebih lanjut," ungkap dia melansir laman UGM, Kamis (27/5/2021).

Dia menilai kebocoran data akan mengakibatkan banyak kemungkinan kejahatan siber.

Saat ini, dia mengaku, sudah banyak terjadi doxing, fenomena dark web, perundungan siber, dan sebagainya yang terjadi akibat bocornya data pribadi dalam data kependudukan.

Meski begitu, bilang dia, sesungguhnya sebelum kasus ini terungkap sudah banyak data pribadi (foto KTP, KK, nomor HP, alamat email) yang beredar di Internet.

Bahkan, sebut dia, Ditjen Adminduk sudah mencatat ada lebih dari 11 juta data terkait NIK yang dapat diakses secara bebas di internet.

Dia menegaskan, kebocoran data terjadi nampaknya disengaja oleh pelaku seperti dalam kasus BPJS Kesehatan dan teknologi yang seharusnya bisa mencegah pemberian data pribadi.

Baca juga: LPDP: Alumni UGM Harus Tingkatkan Kompetensi

Perlu ratifikasi RUU Perlindungan Data Pribadi

Selain itu, lemahnya literasi digital menjadikan warga Indonesia cenderung begitu mudah memberikan foto KTP, KK atau data pribadi lain kepada teman, dan kolega.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.