Kompas.com - 15/05/2021, 13:56 WIB
Salah satu truk yang hanyut diterjang lahar dingin Merapi di Kabupaten Magelang, Senin (13/1/2014) sore. KOMPAS.COM/IKA FITRIANASalah satu truk yang hanyut diterjang lahar dingin Merapi di Kabupaten Magelang, Senin (13/1/2014) sore.
|

KOMPAS.com - Pada 2010 silam, terjadi bencana alam erupsi Gunung Merapi. Ada banyak korban jiwa yang melayang akibat erupsi Merapi.

Bahkan infrastruktur termasuk rumah-rumah milik warga juga rusak. Selain bahaya dari letusan gunung Merapi, material lava dingin juga berbahaya.

Merapi sendiri hanya satu dari sekian banyak gunung berapi aktif di Indonesia. Adanya potensi bahaya pasca erupsi gunung berapi yaitu banjir lahar dingin.

Baca juga: Mahasiswa, Ini Tips Kelola Uang THR Idul Fitri

Lava dingin terbentuk dari abu dan batu vulkanik yang disemburkan gunung saat erupsi bercampur dengan air hujan, lahar dingin bisa menjadi ancaman bagi masyarakat sekitar karena lahar dingin mempunyai bentuk dan tekstur campuran pasir-batu seperti semen basah.

Sistem berbasis IoT

Melihat fenomena tersebut mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika Fakultas Teknik UNY tergerak untuk menuangkan ide.

Yakni menciptakan sistem peringatan dini banjir lahar dingin berbasis Internet of Things (IoT) pasca erupsi gunung berapi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sistem ini terintegrasi pengeras suara tempat ibadah agar dapat menyampaikan informasi bahaya kepada masyarakat yang berpotensi terdampak dengan sesegera mungkin.

Sehingga masyarakat dapat segera evakuasi ke tempat yang lebih aman dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Adapun mahasiswa UNY itu antara lain Riza Atika, Anung Endra Raditya dan Rohsan Nur Marjianto.

Riza Atika menjelaskan keunggulan alat ini yaitu menggunakan sensor mekanik pelampung yang lebih tahan lama dibanding sensor ultrasonik pada alat-alat yang sudah ada.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X