Kompas.com - 18/04/2021, 12:47 WIB
Bibit tanaman Porang berupa umbinya siap di tanam di kebun milik anggota DPRD Manggarai Timur, Vinsensius Reamur, Jumat, (16/4/2021). (KOMPAS.com/DOK-Vinsensius Reamur) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURBibit tanaman Porang berupa umbinya siap di tanam di kebun milik anggota DPRD Manggarai Timur, Vinsensius Reamur, Jumat, (16/4/2021). (KOMPAS.com/DOK-Vinsensius Reamur)

KOMPAS.com - Ada satu tanaman yang sedang gencar ditanam dan diburu banyak masyarakat.

Sempat dianggap liar, tanaman ini diburu karena harga komoditinya yang tinggi dan cukup mahal jika dijual.

Baca juga: Pakar IPB: 5 Tips Jaga Keseimbangan Air di Tubuh Saat Puasa Ramadan

Apalagi, khasiatnya sendiri juga sama tingginya dengan harganya. Tanaman ini, bernama porang atau iles-iles.

Bentuknya sendiri mirip umbi-umbian dan sebetulnya di luar negeri seperti di Jepang, tanaman ini sudah menjadi pilihan makanan pokok sejak lama.

Menanggapi fenomena porang yang sedang naik daun, Guru Besar IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Prof.

Edi Santosa menjelaskan ada banyak hal yang terkandung dalam porang ini.

Tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena kandungan senyawa di dalamnya. Berdasarkan penelitian, tanaman porang memiliki kandungan senyawa glukomanan yang tinggi.

Senyawa glukomanan ini dinilai dapat menjadi sumber bahan pangan yang sehat. Sebab, bisa menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah.

Baca juga: Pakar IPB: Ini Jenis Makanan yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh

Lalu mencegah kanker, menurunkan berat badan, dan mengatasi sembelit. Di sisi lain, senyawa glukomanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk pelapis obat di bidang medis.

Edi menjelaskan tanaman porang termasuk dalam famili Amorphophallus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X