Rakernas IGI 2021, IDE: Perkuat Kompetensi Guru lewat Kolaborasi dan Teknologi

Kompas.com - 13/04/2021, 11:38 WIB
Pemaparan IDE dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang berlangsung di Kota Bengkulu, pada 10-11 April 2021. DOK. IDEPemaparan IDE dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang berlangsung di Kota Bengkulu, pada 10-11 April 2021.

KOMPAS.com - Komunikasi antara sekolah, guru, siswa dan orangtua, menjadi kunci keberhasilan pembelajaran, terlebih di tengah pandemi ini di mana proses belajar masih dilaksanakan secara daring.

Satu tahun pandemi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga telah mendorong teknologi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

"Dengan perkembangan teknologi saat ini, kemampuan individu baik siswa maupun guru harus ditingkatkan dengan cara terobosan teknologi yang tepat sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi Indonesia," ungkap Desta Soe’oed, General Manager PT Infrastruktur Digital Edukasi (IDE), perusahaan berbasis teknologi informasi yang berfokus pada layanan platform edukasi.

Hal ini disampaikan Desta saat meluncurkan aplikasi "IGI Online" yang merupakan kolaborasi MobileCom-IDE dengan IGI, sebagai aplikasi penunjang peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru secara online yang sesuai dengan fokus utama IGI.

Selain itu, IDE juga memperkenalkan aplikasi "SqolaRia" sebagai solusi untuk anak bangsa yang dapat menghubungkan dan mendorong kolaborasi antara sekolah dengan guru, siswa, dan orangtua di mana saja dengan mudah.

Sosialisi kedua aplikasi tersebut dilakukan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang berlangsung di Kota Bengkulu, pada 10-11 April 2021.

Baca juga: Belajar Cara Singapura Melahirkan Guru Berkualitas Kelas Dunia

Kolaborasi dan integrasi teknologi

“Di Era Industri 4.0, peran teknologi sangatlah penting bagi dunia pendidikan. Teknologi tidak akan menggantikan guru tetapi dengan adanya teknologi pembelajaran akan menjadi lebih optimal," ujar Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu Yuliswani yang mewakili Gubernur Bengkulu.

Yuliswani menambahkan, "kami yakin kehadiran IGI dan kolaborasi dengan pihak luar dapat membantu guru Indonesia meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.”

Pentingnya kolaborasi dan peran teknologi juga kembali ditekankan Desta yang memandang dua hal ini mampu mendongkrak kompetensi guru.

"Kompetensi guru juga dapat terukur dan dapat diimplementasikan pada peserta didik dengan menggunakan platform yang tepat sehingga proses belajar mengajar juga menjadi lebih mudah,” jelas Desta.

Desta menyampaikan pihaknya memberi dukungan pada Rakernas IGI 2021, dan siap membantu IGI menjadi organisasi modern dengan adanya teknologi untuk mendukung proses kerja anggota.

“Adanya IGI Online dan aplikasi SqolaRia, kami harap dapat meningkatkan kualitas para guru sehingga pendidikan akan menjadi lebih baik. yang memberikan paparan tentang solusi pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan," pungkasnya.

Acara Rakernas IGI 2021 dihadiri perwakilan pengurus IGI dari 34 Provinsi secara langsung dan virtual dari seluruh penjuru Indonesia, dan dibuka Ketua DPD RI La Nyala Mataliti.

Turut hadir, Walikota Bengkulu, Dirjen GTK Kemdikbud, Dewan Pakar IGI (Anies Baswedan) yang turut hadir secara virtual, Ketua Umum IGI.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X