Kompas.com - 26/02/2021, 11:45 WIB
Banyak juga yang mengambil MBA karena ingin menjadi pengusaha dan mempelajari rahasia menjalankan bisnis dengan sukses. Hal itu sangat dimungkinkan, karena biasanya pengajarnya adalah para praktisi yang telah sukses di bidangnya masing-masing. Ilana MillnerBanyak juga yang mengambil MBA karena ingin menjadi pengusaha dan mempelajari rahasia menjalankan bisnis dengan sukses. Hal itu sangat dimungkinkan, karena biasanya pengajarnya adalah para praktisi yang telah sukses di bidangnya masing-masing.
|

KOMPAS.com - Umumnya, seseorang kuliah hanya sampai pada jenjang S1. Setelah itu langsung terjun ke dunia kerja. Tentu alasan lain juga karena lanjut kuliah S2 akan menguras biaya lagi.

Tak hanya itu saja, ada anggapan bahwa kuliah S2 itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin menjadi dosen atau bekerja sebagai tenaga pendidik di lingkungan pendidikan tinggi.

Namun, Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si., selaku Direktur Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak sependapat dengan hal itu.

Menurut Heri, pemikiran bahwa melanjutkan pendidikan S2 akan selalu menjadi dosen ini disebabkan oleh faktor lingkungan.

Baca juga: Jangan Kaget! Ini Rincian Biaya SPI Masuk ITS Jalur Mandiri

Misalnya ketika seorang anak akan menempuh pendidikan S2 dan meminta izin kepada orangtuanya, seringkali mereka mendapatkan jawaban berupa pertanyaan apakah ingin menjadi dosen.

Pentingnya kuliah S2

Bagi Heri, pendidikan S2 hingga S3 itu memang penting bagi mereka yang sudah memutuskan tujuan untuk berkiprah di ranah akademik.

Karena untuk menjadi dosen harus memenuhi persyaratan minimal S2. Bahkan, ada beberapa perguruan tinggi yang mensyaratkan bagi calon pengajarnya telah menyelesaikan studi S3.

Namun di sisi lain, jika melihat kondisi Indonesia, kebanyakan perusahan itu memang didominasi oleh lulusan S1.

Selain itu, jarang dijumpai di Indonesia lulusan S2 yang bekerja selain di ranah akademik, apalagi untuk lulusan S3.

"Padahal di negara maju, lulusan S3 itu sudah biasa untuk bekerja di perusahaan," ujar Heri seperti dikutip dari laman ITS, Jumat (26/2/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X