Kompas.com - 31/01/2021, 12:59 WIB
Lusi Ambarani, guru kelas VI MI Nahdlatul Ulama Balikpapan, Kalimantan Timur yang mengajak siswanya mencari luas lingkaran dengan mengaitkan penyelidikan masalah di dalamnya DOK. TANOTO FOUNDATIONLusi Ambarani, guru kelas VI MI Nahdlatul Ulama Balikpapan, Kalimantan Timur yang mengajak siswanya mencari luas lingkaran dengan mengaitkan penyelidikan masalah di dalamnya
|

KOMPAS.com - Program Merdeka Belajar yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebenarnya esensinya harus dimulai dari guru.

Jadi, semua guru harus berpikir merdeka untuk kemudian mengajarkan ilmunya kepada siswa dan siswinya. Salah satunya ialah guru harus bisa membuat nuansa pembelajaran yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Pada rapat panitia kerja (panja) peta jalan pendidikan dengan Komisi X DPR RI, Direktur Jenderal Guru dan dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril memberikan paparan terkait "Merdeka Belajar: Sistem Pendidikan untuk Membangun Kompetensi Utama".

Iwan menjelaskan terkait visi dari Merdeka Belajar yakni guru-guru tak hanya menerima instruksi, tapi lebih berdaya terkait inovasi dan kreativitas.

Baca juga: Tingkatkan Mutu Kebahasaan Siswa, SEAQIL Gagas Klub Literasi Sekolah

"Melihat kurikulum sebagai bukan benda mati yang harus kemudian diimplementasikan secara letter lux, tapi harus menjadi pemilik dari kurikulum itu sendiri dan pengembang dari kurikulum itu sendiri," ungkap Iwan seperti dikutip dari akun Instagram Ditjen GTK, Sabtu (30/1/2021).

Menurutnya, guru sebagai fasilitator, karena pengetahuan sebenarnya ada dimana-mana saat ini, sehingga tinggal bagaimana mengelolanya.

Maka kini perlunya peningkatan kompetensi guru yang berbasis pada praktik. Kemudian bagaimana guru terus meningkatkan kompetensi dan memiliki tujuan sebagai profesi.

"Untuk menentukan kualitas pengajaran, pelatihan-pelatihan guru harus berbasis sekolah, berbasis pada praktik, jangan jauh dari apa yang terjadi di sekolah," jelas Iwan.

Terkait guru, berikut ini situasi guru sekarang dan arahan di masa depan.

Sekarang:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.