Memetakan Masalah, KPAI Desak Perlunya Uji Coba Belajar Tatap Muka

Kompas.com - 30/11/2020, 16:00 WIB
Suasana belajar tatap muka di SMPN 11 Kota Serang KOMPAS.com/RASYID RIDHOSuasana belajar tatap muka di SMPN 11 Kota Serang

KOMPAS.com - Mendikbud Nadiem Makarim mengapresiasi pihak Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) yang senantiasa memperhatikan keberlangsungan pendidikan di Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

"KPAI juga senantiasa mementingkan kesehatan dan keselamatan anak selama pandemi Covid-19," ucap Nadiem dalam acara "Rakornas Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi Covid-19" yang diselenggarakan KPAI secara daring, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Orangtua Tak Izinkan Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Tetap Fasilitasi PJJ

Atas sikap perhatian itu, Nadiem mengucapkan terima kasih banyak kepada KPAI yang telah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dia juga berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mencari solusi terbaik di masa penuh tantangan ini.

Desak perlunya uji coba

Komisioner KPAI, Retno Listyarti memberikan masukan dan mendorong Mendikbud Nadiem, perlunya dilakukan uji coba belajar tatap muka di beberapa sekolah.

Menurut Retno, hal ini perlu dilakukan guna mengetahui sejauh mana kekurangan dan kelebihan apabila sekolah kembali dibuka pada masa pandemi.

Selain itu, sekolah tersebut dapat menjadi contoh dalam adaptasi kebiasaan baru di satuan pendidikan jika dinilai berhasil.

"Jadi nanti Januari, yang tidak pernah uji coba, ya harus uji coba dulu. Karena kalau tidak pernah uji coba, tidak terbayang apa masalahnya. Merasa sudah siap, padahal sebenarnya tidak," kata Retno.

Adapun sekolah-sekolah unggulan itu diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain jika terbukti dapat menerapkan metode belajar tatap muka di masa pandemi.

Retno menekankan pentingnya uji coba pembukaan sekolah tidak ditentukan dari status zona, melainkan ditentukan oleh kesiapan pihak sekolah dan stakeholder lainnya.

Oleh sebab itu, dia berpendapat, pembukaan sekolah dapat dilakukan apabila semua stakeholder sudah siap. Dalam hal ini, ada kampanye "5 Siap" yaitu daerah siap, sekolah siap, guru siap, orangtua siap, dan siswa siap.

"Kalau ada salah satu tidak siap, maka tunda saja buka sekolah meskipun zonanya berstatus hijau," ujarnya.

Sekolah dinilai belum siap

Retno menyebutkan, sebanyak 83,68 persen sekolah belum siap melangsungkan pertemuan belajar tatap muka. Hal itu berdasarkan hasil pengawasan KPAI sejak Juni hingga November 2020.

"Hasil pengawasan KPAI, menunjukkan data dan fakta bahwa dari 49 sekolah yang ditinjau langsung, hanya 16,32 persen sekolah yang siap, dan 83,68 persen belum siap," kata Retno.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim: Boleh Belajar Tatap Muka, tapi Tidak Wajib

Provinsi yang dijadikan lokasi pengawasan yakni NTB, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X