Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/11/2020, 13:57 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan skor siswa Indonesia berada di urutan ke-74 dari 79 negara yang disurvei dalam kemampuan matematika, sains, dan membaca.

Sebagai salah satu upaya tingkatkan kualitas pendidikan, Tanoto Foundation menjalankan Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) dengan target meningkatkan peringkat global Indonesia di sektor pendidikan.

Untuk mencapai target tersebut, Tanoto Foundation bermitra dengan 21 kabupaten/kota dan 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di lima provinsi, yaitu Sumatra Utara, Jambi, Riau, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Kemitraan ini bertujuan membangun model pembelajaran aktif dan kreatif yang sesuai dengan ekosistem pendidikan di Indonesia, sekaligus menyebarkan model tersebut ke sekolah-sekolah non-mitra.

Untuk itu, peran fasilitator sebagai ‘penggerak’ Program Pintar sangat penting, dan peran tersebut semakin krusial saat pendidikan mengalami tantangan dengan adanya pandemi Covid-19.

Sebagai salah satu cara wujud apresiasi kepada 1.047 guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan dosen yang menjadi fasilitator Program Pintar, Tanoto Foundation menggelar Tanoto Facilitator Gathering (TFG) untuk kali pertama pada pada 19, 24, dan 25 November 2020.

Tanoto Facilitator Gathering (TFG) adalah acara tahunan untuk memberi apresiasi kepada fasilitator Program Pintar yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas di daerah mitra, serta dosen di LPTK mitra Tanoto Foundation.

Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Mendikbud: Upaya agar Guru Honorer Dapat Gaji Layak

Dalam acara tersebut, para fasilitator juga diberi pelatihan untuk mengembangkan kapasitas dalam pembelajaran, saling belajar dan membangun jejaring antar fasilitator, juga mendengarkan inspirasi dari berbagai pembicara dan pengisi acara.

Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto dalam sambutan mengatakan, Tanoto Foundation bekerja berdasarkan tiga prinsip, yaitu fokus pada dampak, berbasis pada data dan kemitraan.

"Program PINTAR ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi penerimanya. Hingga November 2020, kami telah memberi manfaat lebih dari 17.500 guru dan dosen di 21 kabupaten atau kota di Indonesia,” kata Belinda dalam konferensi daring, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo menekankan bahwa masa pandemi menjadi momentum bagi tenaga pendidik untuk mengubah paradigma dalam pembelajaran.

Baca juga: Beasiswa S1-S2 University of Western Australia Senilai Rp 460 Juta

Menurutnya, jika sebelum pandemi, guru mengajar di kelas sesuai dengan kurikulum dan murid mendengarkan dan belajar, maka dibutuhkan pendekatan berbeda agar murid bisa mengikuti pembelajaran dengan baik saat disampaikan secara daring.

“Kita kembali ke hakikat awal dari pembelajaran dengan memberikan arahan kepada murid dan murid lah yang menjadi aktor di dalam pembelajaran. Mereka akan belajar dari konten digital, dari sumber yang sudah ada Dan tugas Guru adalah untuk memandu konten apa yang perlu dipelajari tanpa membatasi wawasan yang murid bisa belajar dari konten digital itu,” kata Satrijo.

Dalam situasi ini, lanjut dia, kita semua diajak untuk merenungi arti dan inti pendidikan, yaitu menempatkan siswa pada pusat pembelajaran. Student at the center of the learning.

TFG 2020 merupakan penyelenggaraan yang pertama, dengan menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, Dahlan Iskan, Psikolog dan Humanitarian Alissa Wahid, Menteri Pendidikan Nasional 2009-2014 Mohammad Nuh, Ketua Dewan TIK Nasional Ilham Akbar Habibie, dan pembicara inspiratif lainnya.

Baca juga: British Council Buka Pendaftaran Beasiswa S2 “Great Scholarship 2021”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com