Ciptakan Alat Pendeteksi Kanker Payudara, Dua Siswi Ini Menang LKIR

Kompas.com - 24/11/2020, 13:01 WIB
Azizah Auliani Rahma bersama Sona Regina Salsabila selaku siswi dari SMAN 1 Yogyakarta menciptakan kecerdasan buatan untuk deteksi kanker payudara. DOK. LKIRAzizah Auliani Rahma bersama Sona Regina Salsabila selaku siswi dari SMAN 1 Yogyakarta menciptakan kecerdasan buatan untuk deteksi kanker payudara.

Pasalnya pandemi Covid-19 membuat kedua peneliti ini sulit menghubungi pihak rumah sakit.

Akan tetapi, Azizah dan Sona tidak patah semangat dan mencoba alternatif lain dengan menggunakan data terbuka dari internet yang sumbernya valid.

Selain kesulitan mencari data dari rumah sakit, Azizah dan Sona juga mengalami sedikit kesulitan dalam mempelajari hal baru, terutama mengenai beberapa algoritme yang mereka pakai dan coding atau bahasa komputer untuk membuat web.

Baca juga: Menristek: Contoh Korea Selatan, Inovasi Jadi Kunci Indonesia Maju

Meski mengalami beberapa kesulitan, tetapi Azizah dan Sona berhasil meraih peringkat pertama dalam perlombaan LKIR.

Salah satu dewan juri untuk LKIR bidang IPT, Subyakto, mengatakan bahwa kedua siswi ini terpilih menjadi pemenang karena memiliki penelitian yang baru dan bermanfaat untuk publik.

“Penelitian ini kebaruannya cukup baik yaitu dengan menggabungkan dua metode yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini juga sangat bermanfaat karena dengan metode sederhana dan programnya bisa diakses semua orang untuk mendeteksi dini kanker payudara,” jelas Subyakto pada Jumat (21/11/2020).

Namun untuk menyempurnakan penelitian ini, Subyakto memberikan saran untuk menambah data-data pengamatan dan melakukan kerja sama dengan bagian radiologi rumah sakit sebagai upaya menambah akurasi.

“Program bisa disempurnakan sehingga lebih mudah diakses dan dipraktikkan oleh publik,” lanjutnya.

Walaupun harus mengembangkan penelitian lagi, tetapi peneliti dari Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) ini memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras Azizah serta Sona.

“Usaha dan kerja keras mereka dalam melakukan penelitian ini sangat dipresiasi meskipun di tengah pandemi masih bisa melakukan penelitian dengan baik,” tulis kepada Kompas.com.

Dengan adanya penyempurnaan ini, Azizah dan Sona juga berharap agar hasil penelitian mereka dapat membantu masyarakat, terutama untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara.

LKIR merupakan salah satu ajang perlombaan tingkat nasional bagi siswa SMP dan SMA/Sederajat yang diadakan oleh LIPI setiap tahunnya. Akan tetapi, tahun ini menjadi kali pertama LKIR melaksanakan penelitian, penjurian dan pemberian anugerah secara virtual.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X