RuangGuru: Butuh 128 Tahun Kejar Ketertinggalan Pendidikan Indonesia

Kompas.com - 10/11/2020, 20:15 WIB
Konferensi pers secara virtual terkait launching Ruangpeduli.org. Webinar Launching RuangpeduliKonferensi pers secara virtual terkait launching Ruangpeduli.org.

KOMPAS.com - Pendidikan di Indonesia sudah tertinggal jauh. Setidaknya butuh waktu hingga 128 tahun dalam mengejar ketertinggalan pendidikan tersebut.

"Demi mengejar ketertinggalan, kita hitung setiap tahun naik berapa banyak? Nah untuk mengejar ketinggalan itu, kita butuh waktu sampai 128 tahun," ucap Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru, Belva Devara dalam launching Ruangpeduli secara online, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Ruangguru Bantu Ketimpangan Pendidikan lewat RuangPeduli

Menurut dia, ketertinggalan itu memang menjadi tantangan sangat berat. Karena, waktu ketertinggalan itu tak mempertimbangkan kendala seperti pandemi Covid-19.

Itu bisa diartikan, hadirnya Covid-19 berpotensi besar membuat pendidikan Indonesia semakin jauh dari kemajuan. Berbagai kendala pendidikan di masa pandemi menjadi penghambat majunya dunia pendidikan Indonesia itu sendiri.

"Dan pandemi Covid-19 ini makin semakin jauh kertinggalan (pendidikan) kita," tegas dia.

Maka dari itu, Belva akan fokus menyelesaikan permasalahan pendidikan tersebut, khususnya menghapuskan ketimpangan dunia pendidikan dari segi ekonomi masyarakat.

Ruangpeduli demi pendidikan Indonesia

Salah satu yang akan dilakukan Belva adalah membuat Ruangpeduli.org. Lewat ruangpeduli, warga pendidikan akan diberikan bantuan, agar dunia pendidikan tetap berkembang di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, dengan ruangpeduli.org, individu maupun lembaga dapat mengajukan program sosial pendidikan yang membutuhkan bantuan.

Masyarakat dapat membantu berbagai program misalnya, membantu perbaikan atap SMPN 1 Amurang, penyediaan gawai internet bagi guru dan pelajar di SMPN 1 Sambeng Lamongan, memberikan beasiswa bagi anak putus sekolah, dan lainnya.

"Gerakan ruangpeduli ini percaya banyak yang akan peduli dengan pendidikan, sehingga bisa lebih terstruktur dan kolaboratif," harapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya ruangpeduli akan ada lebih banyak individu dan lembaga yang terpanggil untuk berkontribusi untuk pendidikan Indonesia. Seluruh biaya tata kelola platform pun akan menjadi bagian dari CSR Ruangguru.

"Kami juga tidak menerima dana sepeserpun dan tidak mengambil komisi dalam bentuk apapun. Ruangguru juga akan turut membantu beberapa program terpilih," sebut Belva.

Kini, sambung dia, sudah ada beberapa program pendidikan telah berlangsung melalui kerja sama dengan para mitra, seperti program beasiswa pelatihan guru, beasiswa pendampingan siswa, pembelajaran intensif untuk siswa putus sekolah, dan akses gratis ke konten pendidikan.

Baca juga: Hari Pahlawan, Unpad: Perjuangan Lawan Kemiskinan hingga Covid-19

"Ribuan guru, siswa, dan pelaku pendidikan lainnya berpartisipasi dalam program-program ini termasuk yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X