Kompas.com - 07/11/2020, 20:31 WIB
Tangkapan layar Nadiem Makarim di akun Instagram Kemdikbud RI. DOK.Instagram KemdikbudTangkapan layar Nadiem Makarim di akun Instagram Kemdikbud RI.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memastikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2021 akan diberikan khusus bagi sekolah di daerah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar) dan sekolah kecil.

Kebijakan ini bertujuan agar kualitas pendidikan di daerah 3T bisa bersaing dengan sekolah wikayah lain.

"Tahun depan, kami akan prioritaskan kepada sekolah yang jumlah muridnya sedikit dan daerah-daerah terluar, terdepan dan terluar. Karena kasihan sekali dengan dana BOS yang kecil, sekolah itu tidak menerima (dana BOS) yang banyak sekali," ucap Nadiem dalam siaran persnya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Lima Jurusan Kuliah untuk Lulusan SMA Anak Bahasa

Bagi sekolah yang sudah besar dan mapan, Nadiem menekankan, tahun 2021 tidak akan ada penurunan dana BOS.

"Kita hanya memastikan daerah 3T akan ada dana BOS yang meningkat secara dramatis. Itu adalah yang namanya proafirmasi, prorakyat yang membutuhkan. Itu yang sebenarnya," tegas dia.

Nadiem pun mengaku, kebebasan penggunaan dana BOS yang keputusan penggunaanya sepenuhnya berada di kepala sekolah.

Jadi dana BOS sekarang bisa digunakan untuk guru honorer, bisa digunakan untuk beli laptop, beli pulsa, bahkan untuk membantu ekonomi guru-guru honorer.

"Jadi mohon dimanfaatkan kemerdekaan kepala sekolah dalam mengelola dana BOS tentunya dengan pelaporan yang harus transparan," ungkap Nadiem.

Selain dana BOS, Nadiem pun menyebutkan, di tahun depan akan ada kelanjutan program digitalisasi sekolah. Namun, untuk menunjang program pembelajaran ini, sekolah tidak akan diberi gawai atau tablet melainkan laptop serta proyektor.

Dari segi penggunaan laptop, lanjut Nadiem, dinilai lebih tahan lama dari pada tablet. Selain itu juga, laptop yang dimiliki sekolah itu, selain fleksibel digunakan oleh siswa dan guru juga memiliki fungsi yang lebih banyak.

"Tapi jangan khawatir, mau itu tablet atau laptop sudah pasti TIK akan menjadi fokus kita," ungkapnya.

Dia menambahkan, program digitalisasi yang akan dimulai di tahun depan ini telah mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi untuk dikerjakan bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Menurut Nadiem, Kemenkominfo dalam hal ini akan memenuhi kebutuhan jaringan internetnya di semua daerah agar terhubung.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Resmi Luncurkan Merdeka Belajar Jilid 6

"Kemendikbud akan memastikan ketersediaan perangkat elektronik yang bisa digunakan di setiap sekolah. Jadi itu yang pasti akan kita push di tahun depan digitalisasi sekolah," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X