Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon Adopsi Konsep Singapura dan Jepang

Kompas.com - 23/10/2020, 18:51 WIB
Ilustrasi Kampus Shutterstock.comIlustrasi Kampus

KOMPAS.com - Direktur Polman Bandung, Dede Buchori Muslim mengakui, pembangunan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon akan mengusung konsep kampus yang ada di Singapura maupun Jepang.

Dede menjelaskan, konsep diusung merupakan ide dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Orang nomor satu di Jabar ini melihat kampus di Singapura dan Jepang sangat efektif, karena tidak menggunakan lahan luas.

Baca juga: Trakindo Gelar Kompetisi Keahlian Alat Berat Jenjang SMK dan Politeknik

"Iya pak Gubernur mencontohkan seperti kampus yang ada di Singapura, kampus di sana efektif, tidak seperti UI yang luas. Karena kampus di sana dengan lahan yang kecil, tapi efektif dan nyaman bagi pejalan kaki, contohnya seperti ITB," ungkap Dede kepada Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

Dede mengatakan, Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon akan dibangun di tanah seluas 17 hektar, tidak seperti rencana awal yang mencapai 30 hektar.

Memang, bilang Dede, rencana awal pembangunan di tanah seluas 30 hektar, bukan hanya kampus saja yang dibangun. Tapi, fasilitas infrastruktur lainnya juga akan dibangun di kampus tersebut.

"Jadi cukup di 17 hektar saja, itu pesan pak Gubernur. Fokus di sana dulu untuk membangun kampus, fokus juga membangun teknologi center yang akan dimiliki Polman Bandung di Cirebon," tutur Dede.

Dia menegaskan, keadaan tanah seluas 17 hektar akan rampung dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan, masih ada satu rumah lagi yang sedang diselesaikan dalam area tanah untuk pembangunan kampus.

"Disitu masih ada satu rumah, barangkali dalam proses kemarin ada yang belum terselesaikan. Tapi, kami yakin itu akan diselesaikan dengan cepat," tegasnya.

Target jangka panjang

Dede menambahkan, dirinya akan membawa kampus Polman Bandung lebih unggul selama beberapa tahun ke depan. Apalagi kampus ini merupakan pilot project dari pembangunan politeknik yang ada di Indonesia.

"Sekarang sudah ada 43 politeknik negeri yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Bayangkan seperti itu, karena efek dari kami," sebut dia.

Kampus Polman Bandung ini juga mempunyai target jangka menengah maupun panjang, dengan berbagai inovasi yang akan dibangun. Sehingga inovasi yang dibentuk bisa dirasakan masyarakat luas.

Baca juga: Pandemi Covid-19, PNL Latih Masyarakat Buat Hand Sanitizer dan Pewangi

"Jangka panjang kita 20 tahun ke depan, kenapa tidak bisa jadi Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Indonesia," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X