Ridwal Kamil "Titip" 2 Prodi Ini untuk Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon

Kompas.com - 23/10/2020, 13:43 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengikuti expert briefings bersama Diah Satyani Saminarsih (Senior Advisor WHO) dan Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K) (Guru Besar UI) melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengikuti expert briefings bersama Diah Satyani Saminarsih (Senior Advisor WHO) dan Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K) (Guru Besar UI) melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

KOMPAS.com - Pembangunan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon telah memperoleh restu dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Bahkan, orang nomor satu di Jabar itu telah mengamanatkan ke Polman Bandung, bila Kampus 2 di Cirebon harus dibuat dua Program Studi (Prodi) terkait Rekayasa Manufaktur Maritim dan Ekonomi Kreatif.

"Kampus ini dekat dengan Pelabuhan, maka pak Gubernur ingin ada tenaga di bidang Rekayasa Manufaktur Maritim, makanya dibuat Prodi terkait itu. Lalu dibuat Prodi Ekonomi Kreatif untuk kearifan lokal di Cirebon yang berbasis teknologi," kata Direktur Polman Bandung Dede Buchori Muslim kepada Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Polman Bandung Tunggu Rekomendasi Wali Kota Cirebon Bangun Kampus 2

Memang, kata Dede, secara prinsip pengembangan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon, tidak jauh berbeda dengan yang ada di Bandung. Maka dari itu, terkait prodi akan banyak mengambil sistem yang sudah dijalankan di Bandung.

"Secara prinsip dikembangkan dari yang sudah ada, tapi ada beberapa prodi yang harap dikembangkan itu, tidak jauh dari pemanfaatan teknologi manufaktur 4.0 yang sesuai keinginan pak Gubernur, jadi tinggal menyesuaikan perkembangan saja," ungkap Dede.

Dia menegaskan, permintaan itu memiliki tujuan yang positif, agar sumber daya manusia (SDM) di Cirebon bisa bersaing dengan masyarakat luar, ketika sudah mengenyam bangku kuliah di Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon.

Polman Bandung sedang urus kelengkapan ke Kemendikbud

Dede mengaku, Polman Bandung sedang mengurus berbagai kelengkapan untuk dikirimkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan begitu, dana pembangunan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon bisa cair secepat mungkin.

Terkait dana, lanjut dia, tidak terpaku dari Kemendikbud lewat Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) yang batas pengajuannya di bulan November 2020. Tapi, bisa juga datang dari Kementerian PPN/Bappenas.

"Tapi kita tetap di bawah Kementerian, kita ajukan proposal itu, seberapa besar dan banyak uang yang diajukan. Nanti di Kementerian yang bisa menentukan, apakah pakai skema SBSN atau bisa dari Bappenas," tutur Dede.

Prioritas utama masyarakat Cirebon

Dede menjelaskan, memang prioritas utama mahasiswa yang bisa mengenyam pendidikan di Kampus 2 adalah masyarakat Cirebon. Hal itu merupakan perintah langsung dari Gubernur Ridwan Kamil.

Bila sudah banyak masyarakat Cirebon yang mendaftar di Kampus 2, maka masyarakat luar daerah baru bisa mendaftar menjadi mahasiswa.

Ketika sudah banyak masyarakat Cirebon yang mendaftar menjadi mahasiswa, dia menyebutkan, maka tenaga profesional banyak didatangkan langsung dari masyarakat Cirebon.

Baca juga: Ridwan Kamil Restui Pembangunan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon

Dengan begitu bisa mendorong keinginan pemerintah dalam mewujudkan kawasan ekonomi khusus Segitiga Rebana (Cirebon, Subang, dan Majalengka).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X